20 Hal Ini Wajib Diperhatikan Sebelum Berinvestasi Reksa Dana

Dari tahun ke tahun nilai dana kelolaan reksa dana di Indonesia terus meningkat. Pada 2009, nilai dana kelolaan reksa dana mencapai Rp72 triliun. Hanya dalam tempo lima tahun, nilainya melonjak menjadi Rp272 triliun pada 2015. Lonjakan tersebut menunjukkan minat masyarakat yang besar terhadap reksa dana.

Di Indonesia pilihan investasi banyak ragamnya,  dan deposito yang masih menjadi pilihan investasi karena terbilang aman. Bila kedua pilihan investasi tersebut dibandingkan dengan reksa dana, jelas reksa dana lebih menjanjikan dalam pemberian return. Namun, tidak seperti tabungan dan deposito, risiko reksa dana tidak dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Bacaan Lainnya

Untuk itu, reksa dana lebih cocok bagi investor yang mengutamakan untung ketimbang cari aman. Bagi Anda yang berminat, 20 hal di bawah ini wajib diperhatikan sebelum berinvestasi reksa dana.

1. Dana Reksa Dana Dikelola Manajer Investasi

Manajer Investasi Reksa Dana

Manajer Investasi Membantu Investor Mengelola Investasi Reksa Dananya via berkettinsurance.com

Reksa dana merupakan produk investasi yang dikelola manajer investasi yang bersama bank kustodian berperan sebagai pengelola investasi itu sendiri. Dalam mengelola dana yang berasal dari nasabah, manajer investasi akan menempatkan dana yang terkumpul dari nasabah ke dalam portofolio efek, seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), obligasi, dan saham. Sementara bank kustodian akan bertugas untuk menyimpan dan menyelesaikan transaksi administrasi reksa dana tersebut.

2. Reksa Dana Itu Praktis dan Mudah

Reksa dana adalah salah satu produk investasi yang praktis dan mudah untuk dimiliki. Semua kegiatan pengelolaannya akan ditangani manajer investasi yang tentunya telah dibekali keahlian. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa reksa dana sangat cocok bagi investor yang sangat sibuk dan tidak memiliki waktu untuk memilih-milih di mana dananya ditempatkan. Atau bahkan bagi mereka yang tidak memiliki pengetahuan yang baik terkait dengan kegiatan investasi.

3. UU No. 8 Tahun 1995 sebagai Dasar Hukum Reksa Dana

Reksa dana diatur dalam Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 1 ayat 27 yang menyatakan bahwa “Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.”

4. Perkembangan Terkini Reksa Dana di Indonesia

Pada penutupan akhir tahun 2016, total dana kelolaan reksa dana di Indonesia mencapai Rp325 triliun. Ada peningkatan sebesar 19,48% karena tahun 2015 total dana kelolaannya sebesar Rp272 triliun. Pada tahun ini, perekonomian Indonesia diprediksi akan bertumbuh positif. Hal ini baik bagi yang ingin berinvestasi reksa dana. Sekalipun diprediksi positif, Anda tetap perlu waspada terhadap perkembangan pasar yang fluktuatif yang dipengaruhi tingkat inflasi.

Baca Juga :  Saat Ekonomi Lesu Tren Wisata Dunia Tahun 2020 Tembus 1 Milyar

5. Cukup Rp100.000 untuk Memulainya

Reksa dana berbeda dengan investasi lainnya, seperti deposito atau obligasi, yang pada umumnya akan membutuhkan sejumlah dana yang cukup besar. Untuk memulai investasi ini, investor dapat melakukannya dengan dana sebesar Rp100.000 saja.

6. Reksa Dana Bisa Dibeli Kapan Saja

Keuntungan Reksa Dana

Tak Ada Kewajiban Rutin Membeli Reksa Dana via christianvc.com

Investasi ini juga tidak harus dibeli secara rutin sebagaimana investasi lainnya. Reksa dana dapat dibeli kapan saja, tetapi tidak ada aturan di mana investor wajib membelinya secara rutin (bulanan/tahunan).

7. Tidak Dijamin LPS

Sebagaimana produk investasi lainnya, reksa dana juga mengandung risiko. Tidak ada jaminan atas hal tersebut. Berbeda halnya dengan produk tabungan atau  risikonya oleh LPS. Sementara risiko yang terdapat pada reksa dana tidak dijamin LPS.

8. Tak Perlu Mengelolanya Sendiri

Investor tidak akan mengelola sendiri dana reksa dananya. Sebab hal ini menjadi tanggung jawab manajer investasi yang memang bertugas untuk melakukan hal itu.

9. Bisa Dibeli atau Dijual secara Online

Reksa dana bisa dibeli dan dijual secara online atau dengan cara mendatangi dan melakukan pembelian secara langsung di manajer investasi atau melalui agen yang terdaftar seperti Agen Penjual Reksa Dana (Aperd). Baca prospektusnya dengan cermat dan penuhi persyaratan yang diperlukan. Jangan lupa membawa sejumlah dana yang akan diinvestasikan ke dalam reksa dana tersebut sehingga prosesnya bisa berjalan dengan lancar.

10. Tugas Manajer Investasi

Manajer investasi adalah pihak yang bertugas untuk mengelola keseluruhan dana investasi yang ditempatkan dalam reksa dana. Mereka ini akan melakukan berbagai transaksi terkait dengan reksa dana.

11. Transaksi Gratis

Reksa Dana Gratis© Disediakan oleh PT. Dwi Cermat Indonesia Reksa Dana Gratis

Tak Ada Pungutan Biaya dalam Transaksi Reksa Dana via productfocus.com

Jika membeli atau melakukan penjualan reksa dana secara online, investor tidak akan dikenakan biaya apa pun. Sebab semua transaksi yang berkaitan dengan reksa dana ini gratis.

12. NAB Menjadi Tolok Ukur Reksa Dana

Hasil investasi reksa dana akan dinilai berdasarkan Nilai Aktiva Bersih (NAB). NAB per unit merupakan harga portofolio yang telah dikurangi biaya operasional dan dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang dimiliki investor saat itu.

Contoh: Anda membeli reksa dana “A” dengan harga NAB Rp1.200. Untuk membeli 1.000 UP, akan dibutuhkan dana sebesar Rp1.200.000 (ditambah komisi/fee).

  • Jika akhir tahun Anda ingin mencairkan reksa dana tersebut dengan NAB seharga Rp1.600, keuntungan Anda adalah Rp400.000 (dikurangi komisi/fee).
  • Jika ternyata NAB adalah Rp1.100, kerugian Anda adalah Rp100.000 (ditambah komisi/fee).

13. Ada 4 (Empat) Jenis Reksa Dana

Reksa dana dibagi dalam 4 (empat) jenis, yakni:

  • Reksa dana pasar uang
  • Reksa dana pendapatan tetap
  • Reksa dana saham
  • Reksa dana campuran
Baca Juga :  Kepala BP Batam Sambut dengan Tangan Terbuka Investor Singapura untuk Ekspansi Investasinya di Batam

14. Risiko Investasi Reksa Dana

Beberapa risiko yang terkandung dalam reksa dana, di antaranya:

  • Tidak adanya jaminan keuntungan.
  • Risiko umum yang terjadi di dalam pasar modal.
  • Risiko efek yang mungkin saja terjadi akibat kinerja perusahaan atau hal lainnya.
  • Risiko likuiditas yang mungkin menurunkan nilai investasi.
  • Risiko terhadap terjadinya inflasi.
  • Risiko ketidakpatuhan, terkait dengan berbagai aturan dan juga ketentuan di dalam reksa dana.
  • Risiko terhadap kinerja manajer investasi yang menangani reksa dana tersebut.

15. Reksa Dana Masuk Investasi yang Legal

Reksa dana merupakan produk investasi yang legal sehingga tidak bertentangan dengan hukum untuk memilikinya. Namun, dengan maraknya kasus penipuan, ada baiknya untuk selalu cermat dan berhati-hati saat akan berinvestasi dalam instrumen ini.

16. Reksa Dana Berada Di Bawah Pengawasan OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

OJK Menjadi Lembaga yang Mengawasi Kegiatan Jasa Keuangan via financial.id

Sesuai dengan undang-undang yang berlaku, seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan transaksi jual beli reksa dana harus mendapatkan izin dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Badan inilah yang juga berwenang untuk melakukan kegiatan pengawasan terhadap investasi tersebut.

17. FCC Sebagai Sarana Pengaduan Penipuan Reksa Dana

Peluncuran Layanan Konsumen Keuangan Terintegrasi atau Financial Customer Care (FCC) oleh OJK memungkinkan investor atau masyarakat luas untuk melakukan pengaduan atas berbagai tindakan penipuan dan masalah lainnya di dalam investasi mereka. Hal ini tentu berlaku juga bila ada yang merasa tertipu dalam melakukan investasi reksa dana.

18. Cara Berkomunikasi Langsung ke OJK

OJK dapat dihubungi melalui call center di layanan telepon (Kode Area) 1500 655. Bila ingin berkomunikasi secara online, dapa dilakukan lewat email ke atau melalui sikapiuangmu.ojk.go.id. Bisa juga melalui fax (021) 3866032. Selain melalui beberapa cara tersebut, keluhan juga dapat dikirimkan melalui surat ke alamat Menara Radius Prawiro Lantai 2 Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Jalan M.H. Thamrin No. 2 Jakarta, yang ditujukan kepada Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

19. Syarat Penyelesaian Sengketa

Sengketa yang dapat diajukan ke OJK adalah yang bernilai

20. Cara Memulai Reksa Dana

Untuk mulai berinvestasi dalam reksa dana, bisa dilakukan dengan mengakses fasilitas investasi reksa dana secara online. Di sana kegiatan jual beli investasi ini bisa dilakukan dengan mudah dan gratis.

Pahami dengan Baik Sejak Awal

Jumlah peminat reksa dana di Indonesia yang terus meningkat belakangan ini menandakan kesadaran masyarakat meningkat untuk melakukan investasi. Sayangnya, masih banyak yang belum memahami sepenuhnya reksa dana sebagai pilihan investasi. Umumnya, yang diketahui dari reksa dana adalah pemberian return yang cukup besar dibandingkan jenis investasi lainnya. Karena itu, pahami dengan baik semua ketentuan dan risiko di dalam reksa dana sehingga investasi tersebut bisa berhasil maksimal.

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV

Komentar