Terkait Siswi yang Bunuh Diri karena Ujian, Kemendikbud Masih Lakukan Investigasi

Alreinamedia.com, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan proses investigasi kasus tewasnya seorang siswi SMK di Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Siswi bernama Amelia Nasution itu diduga bunuh diri dipicu intimidasi terkait Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) masih berjalan.

“Masih proses ya, jadi Pak Irjen belum melaporkan semuanya, karena belum selesai, masih investigasi,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Ari Santoso saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (13/4) malam.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Lantamal IV Dispamal Mabesal dan Satgas Bais TNI Gagalkan Upaya Penyeludupan Mobil Mewah Dari Singapura

Ari mengaku belum dapat bicara lebih jauh terkait perkeAMangan investigasi. Hasil investigasi akan disampaikan ke publik jika prosesnya sudah selesai.

Menurut Ari, Mendikbud Muhadjid Effendy telah menginstruksikan agar masalah ini diinvestigasi dengan detail.

“Diinvestigasi sampai detil. Nanti kalau memang ada bukti satu pelanggaran, pasti akan ada efeknya,” ujarnya.

Siswi SMKN 3 Padang Sidempuan yang meninggal adalah Amelia Nasution yang bunuh diri dengan cara meminum racun. Dia diduga diintimidasi oknum guru setelah mengungkap adanya kecurangan USBN (sebelumnya ditulis UNBK atau Ujian Nasional Berbasis Komputer) di sekolahnya dengan memosting di media sosial.

Amel dan dua temannya berkomentar soal dugaan kebocoran kunci jawaban USBN yang dilakukan oleh oknum guru. Kemudian mereka dipanggil oleh pihak sekolah dan ada dugaan oknum guru melakukan intimidasi. Hingga akhirnya Amel mencoba bunuh diri dengan cara minum racun.

Baca Juga :  Pangarmabar Kukuhkan Dansatrol Lantamal Jajaran Koarmabar

Mendikbud Muhadjir Effendy yang memerintahkan langsung pihak Kemendikbud pusat langsung menginvestigasi masalah ini. Muhadjir menurut Ari bahkan menugaskan langsung Irjen Kemendikbud, Daryanto.

“Pak Menteri sudah menyampaikan kalau ada faktor kesengajaan dari guru atau pihak yang terlibat, sanksi sangat keras,” jelasnya.(AM/detik)

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV