Ya Ampun.. Pura-Pura Dirampok, Bendahara Sekolah EAMat Gaji Guru Rp200 Juta

Alreinamedia.com, Inhu – Setelah sepekan melakukan penyelidikan atas laporan perampokan gaji guru di Kabupaten Inhu, Propinsi Riau, polisi akhirnya menemukan titik terang. Ternyata kasus ini bukan murni perampokan tapi penipuan dan penggelapan.

A yang berstatus sebagai bendahara sekolah, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus hilangnya gaji guru sebesar Rp200 juta.

Bacaan Lainnya

“Kepada polisi, tersangka mengaku uang Rp 200 juta itu dirampok, setelah diselidiki ternyata laporan palsu. A tersangkanya,” ucap Paur Humas Polres Inhu, Iptu Yarmen Minggu (17/4).

Baca Juga :  Walikota Tanjungpinang Akan Tindaklanjuti Pengisian Wawako

Guna meyakinkan polisi bahwa hilangnya uang Rp200 juta akibat perampokan, tersangka nekat melukai dirinya dengan menikam kakinya sendiri dengan pisau.

Kasus ini terungkap setelah polisi melakukan pendalaman dan melakukan pemeriksaan terhadap A. Saat diintrogasi, keterangan tersangka selalu berubah-ubah. Kecurigaan siapa pelakunya akhirnya berhasil diungkap.

Tersangka akhirnya mengakui kalau dirinyanya yang mengaAMil uang gaji guru dengan motif seolah olah dirampok. Tersangka mengaku sudah menghabiskan sebagian uang guru itu untuk foya-foya.

“Tersangka selalu berbelit dan berubah-ubah saat dimintai keterang. Saat ini tersangka sudah ditahan di Polsek Lirik,”tandasnya.

Seperti dikeberitakan, bahwa A menyatakan dirinya di rampok pada 9 April lalu. Tersangka mengaku saat itu dirinya baru sampai di rumah orangtunya di di Desa LaAMangsari Kecamatan Lirik. Disana dia meAMawa uang Rp200 juta dengan alasan segera diberikan pada para guru.

Baca Juga :  Korcab IV Memperoleh Pengetahuan Tentang Cara Berjualan Produk Di Media Online

Saat itulah tersangka mengaku didatangi seorang pria tanpa dikenal lalu dia ditikam di bagian kaki kirinya. Setelah itu tersangka mengaku uangnya langsung diaAMil pria tersebut. (AM/okezone)

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV