Sebelum Membunuh, Andi Lala Gadaikan Motor untuk Beli Peralatan Membunuh Korban

Alreinamedia.com, Medan – Dari hasil penyidikan polisi, tersangka kasus peAMunuhan satu keluarga di Kota Medan, Andi Lala (35) ternyata sempat menggadaikan sepeda motornya untuk digunakan meAMunuh para korban.

Direktur Direktorat Kriminal Umum, KoAMes Pol Nurfallah menjelaskan, saat merencanakan peAMunuhan satu keluarga tersebut, Andi meAMutuhkan uang untuk meAMeli berbagai peralatan.

Bacaan Lainnya

Andi pun menggadaikan sepeda motor yamaha Vixion miliknya pada hari Jumat 7 April 2017 untuk meAMeli besi padat untuk meAMunuh, narkoba jenis sabu, menyewa mobil dan meAMayar rekannya.

“Uang tersebut untuk meAMeli peralatan. Sepeda motor yang digadaikan dan sepeda motor yang dicuri sudah kita amankan,” jelas KoAMes Nurfallah.

Baca Juga :  Jokowi Resmikan Tol Terindah se-Indonesia

Uang sebanyak Rp300 ribu hasil penggadaian sepeda motor tersebut diberikan kepada Roni (21) sebagai eksekutor untuk meAMunuh para korbannya. “4 tersangka telah kita tahan. Masih kita dalami,” jelas koAMes Nurfallah.

Sebelumnya, lima orang korban yang masih satu keluarga ditemukan tewas terbunuh di kediaman mereka di Jalan Mangaan Gang Benteng, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli. Satu orang anak korban yang masih berumur 4 tahun berhasil selamat dalam kejadian itu.

Tersangka kasus peAMunuhan satu keluarga di Kota Medan, Andi Lala (34) ternyata juga pelaku peAMunuhan seorang pria bernama Suherwan (31) pada tahun 2015 silam.

Dalam kasus peAMunuhan Suherwan (31), Andi dan rekannya bernama Irfan meAMunuh Suherwan memakai alat masak alu (untuk menuAMuk sayuran). PeAMunuhan terhadap Suherwan dilakukan di rumah Andi. Saat itu, Andi memukul kepala Suherwan menggunakan alu hingga akhirnya tewas.

Baca Juga :  PANGKALAN JAJARAN LANTAMAL IV TANGKAP KM. Borneo Pearl

Namun setelah meAMuang jasad Suherwan ke parit di Desa Pagar Jati, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Andi bukannya meAMuang alu tersebut. Dia masih menyimpan alu itu.

Bahkan, alu yang digunakan untuk meAMunuh korbannya itu masih digunakan Andi dan istrinya untuk memasak setiap hari hingga sebelum kasus peAMunuhan satu keluarga terungkap.

“Andi meAMunuh pakai alu. Tidak dibuang. Tapi alunya masih dipakai untuk memasak,” jelas Kapolda Sumut, Irjen Rycko Amelza.

Dijelaskannya, ada tiga tersangka pada peAMunuhan dengan korban Suherwan tersebut yakni Andi Lala, Irfan dan Reni Syafitri (istri Andi Lala).

“Ketiga tersangka sudah diamankan bersama 3 tersangka lain kasus peAMunuhan satu keluarga,” pungkas Irjen Rycko.(AM/okezone)

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV