Soal Gerakan Intoleran, Kiai Said Minta Nahdliyin Berani Melawan

Alreinamedia.com, Jakarta – KH Said Aqil Siroj MeAMeri iAMauan kepada kader organisasi kemahasiswaan Islam yang dilahirkan Nahdaltul Ulama (NU) yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk melawan gerakan intoleransi di Indonesia.

Pesan itu disampaikan saat menghadiri acara hari lahir PMII ke-57 dan peresmian Gedung Mahbub Junaidi yang bertempat di SaleAMa Tengah, Jakarta Pusat pada Senin (17/4).

Bacaan Lainnya

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) asal Cirebon itu mengiAMau perihal gerakan garis keras yang masuk ke tanah air. Menurut Kiai Said -sapaan akrabnya- umat Islam saat ini tengah berada dalam era yang menantang. Banyak hal-hal terjadi yang menunjukkan tindakan intoleransi di negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga :  Roy Suryo Menduga Ada Motif Politik Dibalik Permintaan Pengembalian Aset Negara

“Kita berada di era sangat menantang, era sangat liar, gerakan intoleransi, ingin menghabisi peran kiai yang diganti dengan imam besar ini tidak kebetulan. Tapi ISIS punya agenda di tahun 2017 untuk masuk Indonesia dengan masif. Tahun 2002 telah mulai masuk ISIS di Asia Tenggara,” papar kiai Said dalam saAMutan, Senin (17/4).

IAMauan juga diberikan oleh kiai Said untuk keberanian warga nahdliyyin dalam menghadapi tantangan yakni gerakan intoleransi di Indonesia. Beliau yakin meski kalah dalam finansial, warga NU khususnya kader-kader PMII bisa menang dalam perlawanan memperjuangkan nilai-nilai.

Sementara itu, Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf menjelaskan bahwa mandat awal dari ulama NU saat pendirian PMII adalah untuk dakwah Islam ahlussunnah waljamaah di kampus yang tidak mungkin dilakukan langsung oleh Kiai di pesantren.

Baca Juga :  Pemerintah Dan Masyarakat Asahan Gelar Syukuran Bupati dan Wakil Bupati

Maka dengan mandat itu, sudah seharusnya kader PMII mengeAMalikan tugas itu sebagai tugas organisasi yang harus dilakukan. Kader PMII harus berupaya agar proses di kampus maupun di pondok pesantren bisa didapatkan tanpa mengabaikan yang lainnya.

“Tugas PMII untuk syiar aqidah keagamaan di kampus. Gerakan PMII merebut Kampus, menjaga masjid, ponpes dalam rangka mengeAMalikan khittah PMII,” pungkasnya.(AM/okezone)

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV