Menag Puas Persiapan Haji di Arab Saudi Tinggal Finalisasi

Jakarta – Musim haji akan segera tiba. Akhir Juli 2017, jemaah Indonesia akan mendarat di Arab Saudi. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin puas dengan persiapan karena layanan untuk jemaah tinggal finalisasi.

Menag terbang ke Arab Saudi pada Sabtu (19/6/2017) lalu. Hari ini, Selasa (20/6) di kantor Daerah Kerja (Daker) Mekkah, dia menggelar rapat koordinasi bersama Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Konjen RI di Jeddah Mohamad Hery Saripudin, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sihdu Ramadan Harisman, staf teknis Kantor Urusan Haji (KUH), dan protokoler KJRI.

Bacaan Lainnya

Dalam rapat, Tim KUH yang diwakili Sri Ilham Lubis memaparkan beberapa hal terkait perkembangan persiapan layanan jemaah haji di Arab Saudi. Akomodasi misalnya. Saat ini sudah dilakukan kontrak terhadap 155 hotel dan 3 akomodasi cadangan di Mekkah.

“Untuk 155 akomodasi jemaah total kapasitas 208.187 orang. Untuk 3 akomodasi cadangan berkapasitas 1.323 orang,” jelas Sri Ilham sebagaimana disampaikan Humas Kemenag.

Baca Juga :  Disamakan dengan Tuhan, Raja Salman Kecam Kolumnis Koran Ini

Kontrak elektronik layanan akomodasi Mekkah yang merupakan persyaratan pembuatan visa juga sudah hampir final. Menurut Sri Ilham, sebanyak 149 akomodasi dengan total kapasitas 195.817 atau 95,99% sudah selesai. Hanya saja, masih ada 6 hotel yang belum bisa dilakukan kontrak elektronik karena tasrih 1438H belum keluar.

“Untuk Madinah, sampai hari ini sudah dilakukan kontrak dengan 13 Majmu’ah dengan total kapasitas 206.455 orang. Juga telah dikontrak 2 hotel cadangan,” sambungnya.

Soal katering di Mekkah, Sri Ilham menjelaskan 28 perusahaan telah dikontrak. Sebanyak 26 perusahaan dengan kapasitas 201.120 orang (98,59%) sudah masuk sistem e-Hajj, sisanya masih proses.

“Katering di Mekkah diberikan 2 kali makan, siang dan malam. Ada juga makanan selamat datang atau selamat jalan, sehingga totalnya sebanyak 25 kali makan,” tuturnya.

Sementara untuk layanan katering di Madinah, kata Sri Ilham, sudah dilakukan kontrak dengan 13 perusahaan. Dari jumlah itu, sebanyak 10 perusahaan dengan kapasitas 163.518 orang (80,16%) sudah masuk sistem e-Hajj.

“Katering di Madinah diberikan 2 kali makan, siang dan malam. Paling banyak jemaah haji Indonesia menerima 18 kali makan, termasuk 1 paket kelengkapan konsumsi snack dan air mineral tambahan (welcome drink),” jelasnya.

Baca Juga :  Peresmian kantor DPD Perisai Berkarya Provinsi Kepri

Layanan katering juga diberikan di Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina) dan King Abdul Aziz International Airport (KAAIA). Layanan katering Armina akan dilakukan oleh 18 perusahaan (Muta’ahidin) yang akan melayani 26 maktab dan Muasasah Asia Tenggara yang akan melayani 46 maktab.

“Keduanya sudah dilakukan kontrak. Sebanyak 16 perusahaan dengan kapasitas 192.310 orang (94,27%) sudah masuk sistem e-Hajj,” ucapnya.

Di Arafah, kata Sri, konsumsi akan diberikan sebanyak 4 kali makan (malam, pagi, siang, malam). Di Muzdalifah, ada 1 kali snack. Sedang di Mina, 11 kali makan (pagi, siang, malam) termasuk paket kelengkapan konsumsi dan air mineral tambahan.

Sri Ilham juga memaparkan perkembangan persiapan layanan transportasi dan upgrade tenda di Arafah. Tentang transportasi, Sri Ilham menjelaskan tahun ini seluruh layanan transportasi telah di-upgrade. Tenda di Arafah juga sudah mulai dipasang.

Menanggapi laporan itu, Menag puas. Dia mengapresiasi totalitas persiapan penyelenggaraan ibadah haji.

“Saya mengapresiasi persiapan ini. Baik dari aspek akomodasi, transportasi, dan katering, semua sudah masuk tahap final,” kata Menag.

Menag akan berada di Arab Saudi hingga Kamis (22/6) lusa. Dia ingin memastikan persiapan tidak ada masalah dan 204 ribu jemaah reguler mendapatkan pelayanan optimal.
(try/dhn)

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV

Komentar