Curi Ikan di Natuna, Baharkam Mabes Polri Tangkap 5 Kapal Vietnam

 

Alreinamedia.com, Batam – Sebanyak 5 unit kapal ikan asing berbendera Vietnam ditangkap diperairan Zona Ekonomi Eklusif Indonesia (ZEEI) Laut Natuna.

Bacaan Lainnya

Kelima kapal ikan Vietnam tersebut terbukti mencuri hasil Sumber Daya Alam (SDA) berupa Ikan campuran atau Illegal Fishing diperairan Natuna dengan menggunakan alat tangkap beberapa set jaring dan alat pancing.

Kapal ikan Vietnam itu telah mencuri lebih kurang sebanyak 5,5 Ton Ikan jenis campuran.

Hasil dari deteksi tersebut selanjutnya mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kemudian Patroli Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri memeriksa kapal-kapal tersebut. Dari hasil pemeriksaan terbukti kapal ikan asing tersebut telah mencuri ikan secara Illegal di perairan ZEEI.

Baca Juga :  Pelayanan Dokumen Disdukcapil Makin Gampang, Bisa Diakses Online

“Ya, jadi KP. BISMA – 8001 BKO Polda Kepri sedang Patroli di perairan ZEEI Laut Natuna tanggal 7 Juli 2017, pukul 12.43 Wib dan mendeteksi lima unit Kapal Ikan Asing tersebut,” terang Wakil Kepala Polda Kepri Brigjen Pol Didi Haryono, saat memberikan keterangan kepada wartawan, di atas KP BISMA 8001 BKO Polda Kepri, pelabuhan Batu Ampar, Batam, Jum’at (14/7/2017) siang.

Didi menyebutkan, kelima kapal asing tersebut diamankan dalam posisi yang berbeda. Saat diperiksa, kelima kapal tidak bisa menunjukkan surat izin.

“Mereka telah melakukan tindak pidana pencurian ikan,” ucapnya.

Kemudian dijelaskan, dari 5 kapal terdapat sebanyak 25 Anak Biah Kapal (ABK) yang ditangkap.

Dari 5 Kapal Ikan Asing, terdapat alat bukti permulaan yang cukup untuk menduga1 telah melakukan Tindak Pidana Perikanan terdapat di 93 ayat (2) jo pasal 27 Undang-Undang Republik Indonesia no. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia no. 31 tahun 2004 tentang perikanan.

Baca Juga :  Dinkes Jadwal Ulang Vaksinasi Wali Kota Batam

“Untuk pidananya, dapat dijerat dengan UU kelautan, dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 20 miliar,” tukasnya.

Dari 5 unit Kapal penangkap ikan, diketahui barang bukti sebagai berikut:
1. Kapal BV 4851 TS, berbendera Vietnam, inisial Nakhoda LVH, dengan jumlah ABK 7 Orang (WN Vietnam).
2. Kapal BV 4850 TS, berbendera Vietnam, Inisial Nakhoda NVT, dengan jumlah ABK 2 orang (WN Vietnam).
3. Kapal BV 5209 TS, berbendera Vietnam, Inisial Nakhoda VVL, dengan jumlah ABK 8 orang (WN Vietnam).
4. Kapal BV 5560 TS, berbendera Vietnam, Inisial Nakhoda NXT, dengan jumlah ABK 6 orang (WN Vietnam).
5. Kapal BV 5561 TS, berbendera Vietnam, inisial Nakhoda TVN, dengan jumlah ABK 2 ORANG (WN Vietnam). (Erwin)

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV

Komentar