Penindakan Satwa dan Tumbuhan Upaya Penegakan Hukum ” KPU Bea Dan Cukai Tipe B Batam

Alreinamedia. Batam. (13/7/18). Sesuai dengan nota hasil intelijen, petugas P2 Bea dan Cukai di Pelabuhan Batu Ampar melakukan pemeriksaan atas sarana pengangkut KM. BI yang datang dari Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia ke Pelabuhan Batu Ampar Batam karena diduga membawa muatan yang tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah. Ketika petugas Bea dan Cukai sedang melakukan pemeriksaan kapal (Boatzooking) di ruang Nahkoda KM. BI petugas mencurigai beberapa koli barang yang diduga tidak tercantum di dalam manifest. Kemudian petugas membawa barang-barang tersebut ke KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan pencacahan, kedapatan : 1909 ekor kura-kura, 224 ekor Iguana, 36 ekor burung perkutut, 412 ekor love bird, 51 ekor anak buaya, 612 pas tanaman hias.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Brigjen TNI Fachri: Avara Resort dan Mangatan Water Villa jadi Daya Tarik

Saat ini satwa dan tumbuhan tersebut telah dititipkan kepada seksi Konservasi Wilayah II Balai. Besar konservasi sumber daya alam Riau di Batam dan telah diajukan permohonan kepada Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, dan Stasiun Karantina ikan pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan kelas I Batam untuk dapat dilakukan uji laboratorium terkait kesehatan satwa dan tumbuhan tersebut.

Diduga upaya penyelundupan satwa dan tumbuhan kemungkinan termasuk dalam apendiks citra yaitu : Apendiks I adalah daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional. Apendiks I sedikitnya berisi 800 spesies hewan dan tumbuhan.

Apendiks II adalah daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan. Dalam apendiks II berisi sekitar 32.500 spesies. Upaya penyelundupan satwa dan tumbuhan tersebut diduga melanggar tindak pidana Kepabeanan yaitu mengangkut barang impor dari pelabuhan Pasir Gudang Malaysia tujuan pelabuhan Batu Ampar Batam menggunakan kapal KM. Batam Indah VI yang tidak tercantum dalam manifes dan/atau menyembunyikan barang impor secara melawan hukum sebagai mana dimaksud dalam Pasal 102 huruf (a) jo. Pasal 102 huruf (e) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jo. Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana jo. Undang-Undang Karantina yang diduga dilakukan oleh AG dan TD.

Baca Juga :  Pemko Batam Bagikan Face Shield Ke Pedagang di Pasar

Jenis satwa dan jenis tumbuhan beserta nilai perkiraan masih menunggu identifikasi dari seksi konservasi Wilayah II Balai besar konservasi sumber daya alam Riau.
Tindak lanjut penanganan atas penyelesaian kasus ini masih dalam proses penelitian lebih. (Ramadan)

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV

Komentar