Tim Saber Pungli Polresta Barelang Amankan 5 Orang OTT Di SMPN 10

Alreinamedia. Batam. (22/7/18). Praktek pungutan liar (Pungli) telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, pemerintah memandang perlu upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera. Dalam upaya pemberantasan pungutan liar itu, pemerintah memandang perlu dibentuk satuan tugas sapu bersih pungutan liar.

Bacaan Lainnya

Kapolresta Barelang Kombes Pol. Hengky dalam konprensi pers Orang Tangkap Tangan (OTT) di SMPN 10 Batam berlangsung di aula lantai dua Polresta Barelang, Jum’at (20/7).

Pada hari Sabtu, 14 Juli, 2018 Kapolres perintahkan Kasat Reskrim Polresta Barelang bersama kesatuan untuk melakukan Lidik di tempat Kejadian perkara (TKP) Perumahan Pondok Asri. Blok. D. 12. Kec. Batam Kota. Hengky memberikan penjelasan bahwa korban yang dijadikan saksi ada menyerahkan uang kepada tersangka (Ketua komite) dalam rangka siswa tersebut di terima di SMPN 10 Batam.

Baca Juga :  Petugas Ingatkan Warga Tak Pakai Masker di Kota Batam, Rabu Sudah Ada Sanksi

Dari hal tersebut diatas Hengky menjelaskan bahwa satu orang dapat di amankan, kemudian di tambah empat orang tersangka jumlah keseluruhan menjadi lima orang yang ditetapkan menjadi tersangka diantaranya ketua komite, Kepala sekolah, Wakil kepala sekolah, di tambah dua orang lain yang berperan sebagai pelaku OTT. Tersangka adalah beriinisial, M, RR, BR, AY dan RH.

Terhadap tersangka di jerat UU. No. 20 Tahun 2001 sebagai mana perubahan UU No. 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dengan pasal yang diterapkan pasal 12 huruf E Jonto pasal 55 KUHP dengan ancaman minimal 4 Tahun dan maksimal 20 Tahun penjara.

Adapun barang bukti yang bisa diamankan sebagai mana yang ada di depan kita jelas Hengky berupa uang Rp. 274.330, 000., dokumen PPDB dan beberapa handphone, serta satu buku rekening Bank. Modus operasi yang dilakukan untuk PPDB adalah sistem jaringan (on line) artinya bila sudah tutup tidak menerima pendaftaran lagi. Sistem di luar jaringan (of line) yang dilakukan hanyalah modus. Dari hal tersebut di salah gunakan dengan meminta sejumlah uang kepada wali siswa agar bisa di terima yang diinginkan oleh peserta didik. Dengan hal tersebut diatas guna membeli baju seragam sekolah sejumlah tiga setel berupa baju melayu, olah raga, dan baju batik sejumlah Rp.640.000. Sedangkan untuk siswa di minta uang sejumlah Rp. 2.500.000/siswa, untuk kasus ini kita Lidik dan di tahan untuk proses persidangan.

Baca Juga :  Ini Kata Kapolda Kepri Saat Taklimat Akhir Wasrik Rutin Tahap II Itwasum

Kepada siapa saja yang menjumpai dengan data akurat ada pungutan liar di sekolah lapor kepada pihak kepolisian akan kita tindak lanjuti tegas kapolres. Kemudian dalam rangkaian acara turut hadir waka Polresta Barelang, kasat Reskrim beserta anggota dan pengawalan ketat dari propos Polresta Barelang, dengan kondisi aman dan tertib. (Ramadan)

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV

Komentar