Sosialisasi Gema Cermat Ajak Masyarakat Solok Bijak Gunakan Obat

Sosialisasi GeMa CerMat, di Aula SMP 5 Kota Solok, Sabtu (15/9/2018). (Foto: Patrolmedia/Niko Irawan)

alreinamedia.com, Solok – Wakil Walikota Solok Reinier mendukung kegiatan yang digagas Kemenkes yakni Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Sosialisasi ini mengajak masyarakat Solok agar bijak dalam menggunakan obat. Karena, Reinier menilai masih banyak masyarakat Solok yang belum memahami penggunaan obat di pasaran.

“Masih banyak ditemui kejadian yang menyebabkan masyarakat bertambah sakit bahkan tak sembuh-sembuh, karena salah penggunaan obat. Perilaku masyarakat dan penjual obat juga masih tidak paham, sehingga kerap salah menggunakan obat,” kata Reinier saat membuka Sosialisasi GeMa CerMat, di Aula SMP 5 Kota Solok, Sabtu (15/9/2018).

Bacaan Lainnya

Reinier meminta Dinas Kesehatan Kota Solok segera periksa toko-toko obat yang terindikasi menjual obat yang tidak sesuai prosedur.

“Peredaran obat di Kota Solok harus terkontrol dari Dinas Kesehatan,” pintanya.

Reinier mengatakan, roh sosialisasi Gema Cermat untuk kepentingan bersama. Kepada para peserta diharapkan mengikuti sosialisasi dengan baik. Camat dan lurah juga harus turut serta membina lingkungan sehat dan jangan hanya diam dan berserah diri kepada petugas kesehatan.

Baca Juga :  Tabrakan, Kapal Berisi BBM Terbakar

“Jika semua sudah bekerjasama, maka kemungkinan masalah pasti akan kecil,” katanya.

Disamping itu, Reinier menghimbau masyarakat untuk bersama memerangi narkoba. Jika ada yang terindikasi narkoba laporkan ke kesbangpol. Pemko Solok akan mengobati semua biaya yang ditanggung pemerintah.

“Dalam waktu dekat Pemko Solok akan kumpulkan seluruh lurah dan camat untuk membahas pembangunan kampung bebas narkoba di Kota Solok,” tutup Reinier.

Direktur Layanan Kefarmasian diwakili Kepala Subdit Manajemen dan Klinikal Farmasi Kementerian Kesehatan Pusat,
Dina Sintia Pamela mengatakan, Presiden mewacanakan meningkatkan mutu pendidikam dan kesehatan masyarakat, salah satunya melalui program nawacita seperti kegiatan GeMa CerMat ini.

“Saat ini Kemenkes terus menyuarakan untuk menghindari penyakit dari pada mengobati. Karena itu, kecerdasan masyarakat dari kegiatan seperti ini, dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga,” katanya.

Selanjutnya, ia katakan, saat ini masyarakat, masih banyak kurang memahami tata cara penggunaan obat dan penyimpanan obat.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Beri Perlindungan Kepada Petugas Pencacah BPS Batam

“Untuk menekan angka masalah yang terjadi itu, 2015 Menkes Nila F Moeloek mencanangkan GeMa CerMat ini,” ujarnya.

“Gerakan ini intinya upaya bersama pemerintah dan masyarakat, mewujudkan kepedulian cara penggunaanobat yang benar,” sambungnya.

Dina mengatakan, tahun 2016, sosialisasi GeMa CerMat sudah dilakukan di 20 kabupaten dan kota di 18 provinsi. 2017 sudah dilakukan sosialisasi ke 82 kabupaten dan kota se Indonesia.

Kemenkes juga telah menunjuk agent of change berasal dari Apoteker sebanyak 2892 orang, dengan jumlah peserta dari masyarakat sebanyak 17.700 orang. “Nantinya, Agent of Change berperan membina masyarakat sekaligus menjadikan dirinya sebagai Master Agent of Change Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Hadir juga, anggota DPR RI Komisi IX Dr. H Suir Syam, Direktur Layanan Kefarmasian diwakili Kepala Subdit Manajemen dan Klinikal Farmasi Kementerian Kesehatan Pusat, Dina Sintia Pamela, Kadinkes Sumbar, Kadinkes Solok, Ambun Kadri, Camat, Lurah serta ratusan masyarakat Kota Solok.

Penulis: Niko Irawan
Editor: Erwin Syahril

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV