Jual Bensin Seharga Rp8 Ribu per Liter, Pria Ini Diringkus Polisi

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs Erlangga bersama Direskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Rustam Mansur, menggelar konferensi pers dengan awak media di Mapolda Kepri. (Foto: Humas Polda Kepri).

alreinamedia.com, Batam – Pria berinisial PG (49) warga Kavling Baru Nato Berseri RT 005 / RW 001 Sagulung, Batam, harus berurusan dengan pihak kepolisian akibat ulahnya. PG diringkus Tim Ditreskrimsus Polda Kepri lantaran menjual BBM jenis premium atau bensin ke masyarakat di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) seharga Rp8 ribu per liter, dengan maksud meraup keuntungan lebih besar.

Seperti diketahui, harga Premium saat ini ditetapkan pemerintah RI seharga Rp 6.450 per liter.

Bacaan Lainnya

“Ada 9 jerigen kita jadikan barang bukti. 7 jerigen berisi bensin, 2 jerigen kosong. BB lain kita amankan 1 unit mobil Daihatsu Xenia warna silver BP 10XX JR, dan 1 unit becak motor milik pelaku,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Pol Rustam Mansur, saat konferensi pers di ruang Kabid Humas Polda Kepri, Senin (24/9/2018) pukul 14.30 wib.

Baca Juga :  Amsakar Ajak Bundo Kanduang Jaga Kerukunan Batam usai Pilkada

Kombes Pol Rustam Mansur menjelaskan, pelaku membeli bensin di SPBU 14.294.741 PT. Norista Laksana Semesta Sagulung menggunakan mobil Xenia yang memiliki kapasitas tangki sebanyak 35,6 liter.

Dari keterangan pelaku, kata Rustam, PG selalu membeli bensin 35,6 liter seharga Rp 230.000. Dia memindahkan bensin ke jerigen berukuran 35 liter menggunakan selang dan siap dijual ke masyarakat dengan harga Rp8 ribu per liternya.

“PG mengecer bensin menggunakan botol dan pertamini miliknya di perumahan putri hijau sagulung,” kata Rustam.

Sebelumnya viral di medsos terkait adanya penyelundupan BBM jenis bensin menggunakan mobil Xenia milik PG, Jum’at, (21/9/2018).

Postingan itu di viralkan oleh Willhard Simorangkir di akun facebooknya hingga postingan ditanggapi sebanyak 2.534 netizen dan dikomentari 1.226 akun.

Baca Juga :  Sebelum Membunuh, Andi Lala Gadaikan Motor untuk Beli Peralatan Membunuh Korban

Mendapat kabar viral itu, Ditreskrimsus Polda Kepri melakukan penindakan, Sabtu (22/9/2018).

Ditreskrimsus berkoordinasi dengan pengawas SPBU 14.294.741 dengan mencari tahu keberadaan pelaku.

PG ditangkap polisi dirumahnya tengah memindahkan bensin ke jerigen untuk di ecerkan kembali melalui pertamini miliknya.

Atas perbuatannya, PG di jerat Pasal 53 huruf d nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan hukuman penjara maksimal 3 tahun ditambah denda paling tinggi Rp 30 miliar.

Editor: Erwin Syahril
 

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV