Menyebarkan Berita Bohong Yang Menimbulkan Keresahan Di Masyarakat

Alreinamedia. Batam. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus). Kombes. Pol. Rustam Mansur. Sik. Menangkap penyebar berita bohong berinisial JA, laki – laki, 38 Tahun, pekerjaan wiraswasta, alamat Tiban, Sekupang Kota Batam. Pada hari Minggu 30, September, 2018, bertempat ruang media centre, bersama Bidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Erlangga, (3/10).

Bacaan Lainnya

Akun facebook milik pelaku memposting konten berita hoax yang belum pasti kebenarannya yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan masyarakat, dimana berisi gambar seseorang yang mati tenggelam disungai dan diberi caption : “mayat(Lili Ali) yg minta gempa kemarin”.

Baca Juga :  Update 2/7/2020 di Batam, Tambah 5 Kasus Baru Positif Covid-19

Selanjutnya Polda Kepri bekerja sama dengan Bareskrim Polri melakukan profiling dan tim ditreskrimsus melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan. Dari pengakuan tersangka memposting gambar yang disebar tersebut di save dari akun orang lain kemudian di posting kembali dengan gambar yang sama dengan diberi caption diatas.

Adapun barang bukti yang diamankan adalah :
1buah smartphone oppo a71, warna hitam imei 2 868836032887217. Imei slot 2 868836031887209 .
1buah sim card operator simpati no. Ccid 0025000004753555 .
1 (satu) buah sim card operator simpati no. Ccid 6210611421819.

Akun fb atas nama pelaku dengan link
https://www.facebook.com/profile.php?id=10000818200XXXX.

Terhadap perbuatan tersangka dikenakan dengan pasal 14 ayat (2) dan/atau pasal 15 undang – undang Republik Indonesia nomor 1 Tahun 1946. Yang mana pada pasal 14 ayat (2) berbunyi “barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi – tingginya tiga Tahun”. Dan pasal 15 “barang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak – tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya dua tahun”. (Ramadan)

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV