Sepakat Perangi Barang Haram, Kota Solok Kini Punya Kampung Anti Narkoba

Wakil Walikota Solok yang juga Ketua BNK Solok, Reinier mengukuhkan kepengurusan Kampung Anti Narkoba di Kelurahan Simpang Rumbio. (Foto: Patrolmedia/Niko Irawan)

alreinamedia.com, Solok – Sepakat untuk memerangi barang haram narkotika dan obat-obatan terlarang yang merusak generasi bangsa ini, Kota Solok kini punya Kampung Anti Narkoba di Kelurahan Simpang Rumbio yang baru saja di resmikan Badan Narkotika Kota (BNK) Solok.

Peresmian ditandai dengan Pengukuhan Kepengurusan Kampung Anti Narkoba Kelurahan Simpang Rumbio Masa Bhakti 2018-2021, dikukuhkan Ketua BNK Kota Solok yang juga Wakil Walikota Solok, Reinier, di Aula Kantor Lurah Simpang Rumbio, Rabu (3/10/2018).

Pengukuhan berdasarkan Surat Keputusan Lurah Simpang Rumbio Nomor 188.45/18/KPTS/IX-2018.

Ketua BNK Solok Reinier mengatakan, keberadaan kampung anti narkoba, agar warga Solok lebih sadar akan bahaya narkoba. Kampung Anti Narkoba juga sebagai sarana untuk melaporkan jika didapati keluarga atau masyarakat yang mengkonsumsi narkoba, selanjutnya akan di assesment pemerintah.

“Kita ketahui jaringan narkoba saat ini sangat kuat, ini harus kita lawan dengan merangkul semua elemen,” ujar Reinier.

Reinier mengatakan, saat ini posko anti narkoba di semua RW Kelurahan Simpang Rumbio sudah tersedia. Diharapkan juga akan di ikuti oleh kelurahan lain.

Baca Juga :  Kepala Korban Dipenggal Lalu Dibuang ke Sungai

“Dengan begitu, Solok bisa menjadi kota Anti Narkoba,” harapnya.

Ia mengucapkan terimakasih dan selamat ke semua perangkat Kelurahan Simpang Rumbio dan pengurus Kampung Anti Narkoba untuk bekerjasama memerangi narkoba.

“Kampung Anti Narkoba ini upaya nyata kita untuk memerangi narkoba,” kata Reinier.

Reinier juga meminta masyarakat Solok turut bersama-sama menyiapkan calon pemimpin yang bersih dari narkoba untuk pemerintahan yang akan datang.

Menurutnya, jika gagal kali ini, akan gagal pula pemerintahan yang akan datang. Kalau sukses pemerintahan yang akan datang, itu tugas bersama.

“Maka itu, mari kita jaga calon generasi penerus dari bahaya narkoba,” sebutnya.

Disamping itu, Reinier mengapresiasi kepedulian keluarga akan bahaya narkoba, karena saat ini ada 5 pengaduan yang meminta untuk segera di assesment.

Reinier mengingatkan masyarakat tak perlu malu-malu lagi untuk melaporkan persoalan narkoba.

“Jangan sampai anak kita tertangkap dan terjerat hukum, tidak akan ada bantuan lagi,” pesannya.

Baca Juga :  Kanwil Bea Cukai Khusus Kepri Kembali Musnahkan Barang Hasil Tangkapan

Selain itu, Pemko Solok bakal mensosialisasikan bagi pemilik toko agar tidak menjual lem kepada anak-anak, dan para orang tua diminta agar tidak menyuruh anaknya membeli lem.

“Untuk masalah lem ini, kita akan siapkan Perda-nya. Efek lem sangat berbahaya bagi ota anak, bahkan lebih berbahaya dari narkoba,” jelasnya.

Reinier menambahkan, setiap orang diduga terpengaruh narkoba, BNN akan melakukan assesment klinik secara lengkap.

“Hasil asesmen sebagai dasar menentukan diagnosis dan rencana terapi sesuai untuk yang bersangkutan,” katanya.

Secara umum, asesmen digambarkan sebagai proses mendapatkan informasi tentang klien secara komprehensif, baik saat klien memulai program, selama menjalani program, hingga selesai mengikuti program.

Informasi tentang klien dilakukan tiga pendekatan yaitu observasi, wawancara, serta pemeriksaan medik,” tambahnya.

Pengukuhan pengurus kampung anti narkoba dihadiri Camat Lubuk Sikarah Hendri, Kabag Humas dan Protokol Nurzal Gustim, Lurah Simpang Rumbio Nasril , Ketua LPMK Simpang Rumbio H.Syahrul, seluruh RT, RW, Bhabinkamtibmas dan masyarakat.

Penulis: Niko Irawan
Editor: Erwin Syahril

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV

BERITA DAERAH TERBARU