Habib Rizieq: Bukan Arab Saudi Yang Bikin Susah, Tapi Rezim Yang Ingin Balas Dendam Politik

JAKARTA – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengaku bahwa pemerintah Arab Saudi tidak pernah mempersoalkan keberadaanya di Arab Saudi. Menurutnya, permasalahan itu datang dari negara Indonesia sendiri.

Pernyataan Habib Rizieq ini terungkap lewat video yang beredar di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun twitter @NetizenFPI pada Jumat (19/10).

Bacaan Lainnya

Dalam cuplikan video, terlihat Rizieq berbicara dihadapan orang-orang berpakaian serba putih, disinyalir tempat pembicaraan itu berlokasi dikediamannya di Makkah Arab Saudi.

Rizieq mengaku bahwa selama ini pemerintah Arab Saudi selalu memperlakukan dirinya dengan baik.

Tetapi kemudian ketenangannya itu diusik oleh intelijen dari Indonesia yang melaporkan ke pihak berwenang Saudi bahwa ada kegiatan mencurigakan di kediamannya di Arab Saudi.

“Ini semua masalah bukan datang dari pemerintah Saudi, tapi dari negri kita. Yang memberi masukan-masukan lewat operasi intelijen kita, yang ingin menghancurkan kita ” ujar Rizieq.

“Pemerintah disini (Saudi) tidak ada persoalan. Pemerintah disini baik-baik saja,” katanya.

Rizieq menilai, wajar saja pihak berwenang Saudi ketakutan atas laporan intelijen tersebut, sehingga kepolisian Saudi mengirim anggotanya untuk berpatroli di sekitar rumah Rizieq. 

Ia menuding, yang menghasut polisi Saudi tersebut adalah rezim yang memiliki dendam politik padanya.

“Bukan pemerintah disini yang buat kita susah. Yang membuat kita susah adalah rezim yang masih tidak puas, yang ingin balas dendam politik kepada saya, karna jagoannya kalah di Pilkada Jakarta. Itu aja,” papar Rizeq.

Berikut videonya.

Sebelumnya, Anggota Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Nasrullah Nasution menyatakan Habib Rizieq Shihab pergerakannya terbatas di Arab saudi.

Dia  menjelaskan tidak ada masalah terhadap keberadaan Rizieq di Arab Saudi sebelumnya.

Masalah mulai muncul kata dia sampai kepolisian mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terkait dua kasus Rizieq dan pemimpin FPI itu bertemu sejumlah tokoh seperti Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

“Di situ mulai gerak-gerik beliau (Rizieq) di Arab Saudi itu sangat dipantau bahkan tidak bebas lagi dalam bergerak,” kata Nasrullah saat diterima Wakil Ketua DPR Fadli Zon di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (25/9) lalu.

Sementara itu, Juru Bicara FPI Slamet Maarif menyebut Badan Intelijen Negara (BIN) menyewa rumah yang berlokasi di depan kediaman Rizieq Shihab di Mekah. Hal itu dilakukan untuk memantau Rizieq beserta keluarga dan juga tamu yang datang.

Slamet mengaku mendapat informasi tersebut dari teman yang ada di Mekah. Informan tersebut juga dekat dengan Rizieq.

“Informasi yang saya dapatkan juga bahkan BIN sendiri menyewakan rumah yang letaknya di depan rumah Habib [Rizieq],” ucap Slamet di kediaman Djoko Santoso, Jakarta, Jumat malam (28/9).

“Infonya begitu, ada rumah yang disewa BIN untuk dijadikan kantor untuk memantau Habib Rizieq,” katanya.

 

Baca Juga :  Kemenkumham Peduli Covid - 19 Salurkan Paket Sembako serta APD untuk Warga Jawa Timur dan Sumatra Selatan

Heni Anggraini

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV