Dinas Perikanan Batam Sangat Selektif Untuk Memberikan Izin Perolehan BBM Subsidi Kepada Kelompok Nelayan

Alreinamedia. Batam. (10/1/19). Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Husnaini saat di konfirmasi di kantor, Rabu (9/1) menjelaskan bagai mana ketentuan kelompok nelayan untuk mendapat surat rekomendasi pengambilan BBM subsidi.

Bacaan Lainnya

Ini penjelasan Kadis Perikanan, sebelum nelayan mengajukan permohonan untuk mendapat rekomendasi surat mendapatkan BBM bersubsidi, terlebih dahulu yang perlu di ketahui Dinas Perikanan untuk memastikan kebenaran bahwa nelayan tersebut telah mempunyai kartu keanggotaan nelayan, selanjutnya domisili dan alamat yang jelas.

Dengan demikian permohonan rekomendasi untuk mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU yang telah di tentukan dapat di ambil oleh nelayan. Saat ini Dinas Perikanan telah menentukan bagi nelayan untuk mendapat BBM bersubsidi telah di tetap kan Dinas Perikanan ada delapan titik SPBU di Batam.

Dasar aturan untuk memperoleh BBM bersubsidi jelas Kadis Perikanan (Husnaini) adalah harus mempunyai kelompok nelayan dalam arti pengawasan dapat di lakukan bila ada penyelewengan yang tidak mestinya. Sebagai dasar hukum untuk memperoleh BBM bersubsidi telah di atur secara UU, Permen, Keppres, dan surat edaran Sekda kota Batam tentang rekomendasi penyaluran BBM, kepada satuan kerja. Masa berlaku surat yang telah di keluarkan oleh Dinas Perikanan untuk pengambilan BBM bersubsidi selama hanya 2 bulan, kemudian dapat memperpanjang kembali.

Dalam satu kelompok nelayan beranggotakan 10 orang ada juga dalam satu kelompok nelayan di atas 10 orang. Jumlah kelompok nelayan sekota Batam di perkirakan sampai saat ini sejumlah 600 kelompok jelas Husnaini.

Untuk memperoleh kouta BBM bagi nelayan itu di tentukan dari PK (Paarden kaarch) mesin, lama menangkap ikan di laut, jenis tangkapan, selanjutnya dalam satu bulan berapa kali turun kelaut dengan demikian Dinas Perikanan baru dapat menilai dan menetapkan seberapa banyak yang akan di berikan BBM pada nelayan tersebut. Perlu di ketahui untuk mesin kapal 5. GT(Gross tonnage) ke bawah yang dapat memperoleh subsidi BBM.

Dalam perhitungan bila di ambil rata – rata mesin di bawah 5.Gt perolehan BBM yang dapat di berikan pada nelayan 8-10 liter saja perhari, jelas Husnaini.

Harapannya bagi para kelompok nelayan yang telah mendapatkan surat rekomdasi untuk memperoleh BBM bersubsidi tidak salah menggunakan kegunaan BBM, sehingga bisa merugikan bagi nelayan sendiri. Bila ada penyelewengan surat Dinas Perikanan akan mencabut izinya dan tidak akan memberikan surat kembali. (Ramadan)

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV

BERITA DAERAH TERBARU