Antisipasi Banjir, Kelurahan Ranai Darat Tingkatkan Sterilisiasi DAS

 

Alreinamedia.co Natuna- Ancaman banjir kiriman, akibat luapan DAS (Daerah Aliran Sungai) pada Bulan Desember hingga Maret mendatang, disertai cuaca ekstrim dan tingginya intensitas curah hujan, sangat berpotensi terjadi di wilayah Kelurahan Darat Ranai.

Hal inilah menjadi dasar kesadaran warga setempat, cukup antusias mendungkung program pembersihan bantaran sungai musim utara ini, lewat giat gotong royong mensterilkan dari limbah rumah tangga, batang pohon liar hingga pendangkalan akibat erosi disepanjang jalur sungai utama didaerahnya.

Apalagi Kelurahan Ranai Darat dengan hunian penduduk sekitar 860 KK atau sekitar 3200 jiwa ini, sebagian besarnya berada didataran rendah dan bantaran sungai, sebab itu, lewat giat gotong royong pembersihan aliran sungai ini, warga diajak berpartisipasi untuk ikut peduli mencegah terjadinya luapan air yang dangkal dan tersumbat.

Lurah Ranai Darat M. Basri dilokasi kegiatan gotong royong akhir pekan kemarin, kepada media ini menyebutkan, sedikitnya terdapat 150 an orang mulai dari kalangan Ibu Rumah Tangga, perangkat RT dan RW, Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Babinkamtibmas (Bintara Pembinaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat), turut serta berbaur membersihkan aliran sungai di Ranai Darat.

Mantan Ketua RW Batu Hitam ini juga menambahkan bahwa, kegiatan gotong royong ini tindaklanjut atas himbauan dari pihak Kecamatan Bunguran Timur, agar dilaksanakan ditingkat desa dan kelurahan yang dicakupnya, melaksankan giat tersebut pada akhir pekan minggu pertama selama musim angin utara berlangsung setiap bulannya.

Hanya saja, untuk mengantisipasi banjir, dimasa 100 hari kerjanya, Ia berinisiatif untuk menambah volume gotong royong ini, menjadi rutinitas setiap akhir pekan (hari sabtu-red), sebab itu, setiap warga tempatan dari 22 RT, 5 RW dan 2 Kaling di Kelurahan Ranai Darat, secara bergilir diwajibkan untuk mendukung giat ini.

Didampingi Kasi Trantib Kelurahan Ranai Darat Eddy Iskandar, M.Basri juga menambahkan, dirinya masih mencari regulasi rujukan untuk mengambil langkah preventif kepada warganya agar tidak membuang sampah limbah rumah tangga ke aliran sungai.

Menurutnya, giat pembersihan sungai ini akan menjadi sia-sia, jika pelaku pencemarannya lebih banyak dari volume aksi pelestariannya, disisi lain, aparatur pemerintah ditingkat kelurahan, sejauh ini, belum memiliki wewenang kebijakan untuk menerbitkan peraturan seperti umumnya di tingkat desa (Peraturan Desa).

Karena itu, melalui perangkatnya, ia meminta agar terus membangun komunikasi secara persuasif dengan warga, untuk merangsang kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, terlebih lagi kondisi pengelolaan dan penempatan sarana TPS (Tempat Pembuangan Sampah) yang letaknya bersebelahan dengan kantor Kelurahan Ranai Darat, ini sangat mengganggu aktifitas pelayanan. Selain pencemaran udara, juga rawan penyebaran wabah penyakit melalui lalat dan nyamuk.

Pada keadaan tertentu, kondisi TPS mengalami tumpukan sampah yang membludak, disamping itu juga banyak oknum warga yang enggan membuang limbah rumah tangga pada tempatnya, sehingga kerap bercecer dibahu jalan raya, sekitaran TPS tersebut.

Dalam hal ini, pihaknya juga telah melakukan kordinasi dukungan dengan perangkat warga RT dan RW, yang kemudian diusulkan ke DLH (Dinas Lingkungan Hidup) setempat, agar sarana TPS tersebut direlokasi, selain pencemaran udara juga mengganggu keindahan visual kantor kelurahan, serta dianggap kurang strategis karena terlalu jauh dari jangkauan hunian padat penduduk.(Hermann).

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV

BERITA DAERAH TERBARU