SKT Dari DLH Penyebab Gagalya Bea Cukai Meloloskan Pengiriman Limbah B3 Asosiasi Pengusaha Limbah B3 Indonesia Merugi Miliaran Rupiah

Alreinamedia. Batam. (9/2/19). DPP. Asosiasi Pengusaha Limbah B3 Indonesia gagal mengirim limbah B3 terkait belum di keluarkanya Surat Keterangan dari DLH (Dampak Lingkungan Hidup).

Selanjutnya Aspel B3 Indonesia mengadakan konferensi pers bersama sejumlah media cetak dan elektronik, bertempat di Lestoran Rezeki Batu Besar. Kec. Nongsa, Jum’at (8/2).

Ketua Aspel B3 Indonesia Barani. Sihite menjelaskan permasalahan yang di hadapi oleh Aspel B3 Indonesia saat ini adalah tentang terkendalanya pengiriman limbah B3 ke luar Pabean Batam.

Barani menambahkan bahwa penyebab awal terjadi penahanan limbah B3 tersebut saat pihak KPK melakukan pemeriksaan terhadap tiga kontainer limbah B3 yang tertahan di Tanjung Priok.

Saat ini limbah B3 untuk di kirim keluar Pabean Batam tertahan di pelabuhan Batu Ampar, sejumlah 60 kontainer sedangkan di KPLI (Kawasan Pengolahan Limbah Industri) Kabil sejumlah 24.000 ton.

Limbah B3 tersebut harusnya sdh terkirim sejak Bulan Januari lalu ke Jakarta oleh transporter B3, namun hingga kini masih tertahan dan tidak tau apa alasannya. Terhambatnya pengiriman Limbah tersebut mengakibatkan Asosiasi Pengusaha Limbah B3 mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Baca Juga :  JELANG GLAGASPUR L3 TERPADU UJI KESIAPAN UNSUR BKO GUSKAMLA I

Lanjutan dari penahanan dan pengawasan KPK yang tertahan di pelabuhan Tanjung Priok tersebut penyebab pengiriman limbah B3 oleh Aspel B3 Indonesia Keluar Pabean Batam tertahan oleh pihak yang terkait yaitu Bea Cukai dan DLH sampai saat sekarang.

Aspel B3 Indonesia melakukan upaya guna mendatangi Bea Cukai untuk menjelaskan semua dokumen dan legalitas serta surat perizinan pengiriman limbah B3 dengan ketentuan UU dan ketentuan dari DLH. Dalam hal ini Aspel B3 Indonesia telah, memenuhi syarat dan ketentuan, tetapi pengiriman limbah B3 masih tertahan dan penyebabnya pihak terkait tidak dapat menjelaskanya ujar Barani.

Arlon Veristo sebagai ketua harian di Aspel B3 Indonesia juga memberikan penjelasan kepada media bahwa pihak Bea Cukai meminta SKT dari DLH bila untuk pengiriman limbah B3 sebagai kelengkapan dan pendukung dokumen. Selanjutnya dalam pengiriman limbah B3 telah di atur dalam PP. No. 101 tahun 2014 bahwa DLH tidak lagi mengeluarkan surat keterangan tersebut, karena tidak ada ketentuannya. Seberapa jumlah barang dan jenis barang yang diangkut transporter limbah B3.

Semuanya itu telah tertulis di dalam manifest dalam pengiriman limbah B3 itu sudah diketahui oleh pihak DHL tegas Arlon Veristo.

Baca Juga :  Babinsa 09 Kelurahan Baloi Indah Koramil 01/BT Menjadi Pembina Upacara

Masalah yang terjadi saat ini lanjutnya Aspel B3 Indonesia tidak mengetahui apa alasannya, sehingga tak diizinkan untuk melakukan pengiriman barang atau limbah B3 yang semakin harinya semakin menumpuk. Sedari awal dalam pengiriman itu tidak ada masalah, bahayanya apabila limbah B3 tidak dapat di kirim keluar Pabean Batam limbah B3 bisa menumpuk dan sangat membahayakan Batam, pengusaha juga bisa bangkrut dan gulung tikar.

Bersama kita ketahui dari pelaku usaha pengiriman limbah B3 di seluruh Indonesia tidak ada masalah dengan dokumen yang sama dari pihak terkait.

Untuk mendapatkan kejelasan dan informasi Hanafi. Sihite, melakukan pertemuan dengan kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta untuk menyampaikan persoalan yang ada dalam pengiriman limbah B3, jawab dari Dirjen KLH mengatakan ini semua hanya kesalahpahaman semata.

Dengan demikian harapan Aspel B3 Indonesia pihak yang terkait diantaranya DLH, Bea Cukai dan KLH dapat melakukan solusi agar pelaku usaha dapat menjalankan pengiriman seperti semula. (Ramadan)

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV

BERITA DAERAH TERBARU