Kapal Milik Bakamla Yang Diberitakan Hampir Tenggelam Dan Rugikan Negara Ini Penjelasanya

Alreinamedia. Batam. (30/3/19). Haen kuasa hukum PT. Citra Shipyard dalam penjelasanya tentang pembuatan kapal Badan Keamanan Laut (Bakamla) Repubkik Indonesia, yang di beritakan beberapa media online di Batam terkait tentang adanya kerugian negara sebesar Rp. 433 milyar, indikasi adanya keterlambatan pembuatan kapal, tidak sesuwainya material yang digunakan, kronologis kejadian, dan
adanya penyimpangan pengadaan proyek yang di kerjakan PT. Citra Shipyard.

Bacaan Lainnya

Haen juga sangat menyayangkan tentang pemberitaan media onlene tersebut yang tampa adanya konfirmasi terlebih dahulu pada pihak management PT. Citra Shipyard. Bertempat di kantor PT. Citra Shipyard Kelurahan Sei. Lekop. Kec. Sagulung, Batam, Jum’at (29/3).

PT. Citra Shipyard yang bergerak di bidang industri perkapalan dalam hal ini menginformasikan bahwa
sehubungan dengan peristiwa masuknya air melalui pintu dry dock/graving dock, Jumat 22, Februari, 2019, terhadap kapal milik Bakamla RI bernama KN Pulau Marore 8002 adalah benar, namun terjadi dalam waktu selama 4 jam saja, setelah itu air dapat di keringkan tegas GM. PT. Citra Shipyard ( Abi).

Adapun kronologis yang terjadi jelasv Abi, pada hari Jum’at pukul 11.35. Wib, tepat pada saat pekerja sedang menjalankan shalat Jum’at di Masjid yang berada di luar area galangan kapal, dan saat itu juga air mulai masuk ke graving dock dan menyebabkan kapal menjadi miring ke sebelah kanan.

Selanjutnya pada saat kejadian, air laut dalam keadaan pasang besar diluar dari pada normative ( rata-rata) yang menyebabkan, pintu graving dock terangkat sehingga air masuk melalui celah bawah pintu graving dock, oleh karena ada kapal KN Pulau Marore yang sedang dalam proses penyempurnaan pekerjaan AS/Shaft dan air masuk kedalam kapal dengan posisi kapal menjadi miring.

Sehingga dari pihak manajemen PT. Citra Shipyard melakukan upaya tindakan untuk mengeringkan atau mengeluarkan air yang sudah masuk ke dalam kapal, dengan menggunakan beberapa pompa air yang dilakukan oleh puluhan pekerja yang saat itu berada dilokasi. Waktu yang diperlukan untuk menguras air dalam kapal tersebut hanya selama kurang lebih 4 jam saja, dan kapal kembali pada posisi normal jelas Abi.

Diketahui Kapal KN pulau Marore 8002, KN pulau Nipah 8001dan KN pulau Dana 8003, milik Bakamla RI adalah buatan karya putra/i Indonesia yang dikerjakan di PT. Citra Shipyard yang berlokasi di Tanjung Uncang Sei. Lekop. Kec. Sagulung kota Batam kepulauan Riau. Yang dikerjakan melalui tender terbuka dan online dalam III tahapan kontrak lanjut Abi.

Kemudian tahap I ditandatangani pada tahun 2017 dengan nilai kontrak Rp. 351 milyar dimana pengerjaannya sudah selesai dan sudah melalui tahap audit oleh lembaga negara yaitu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Tahap ke II ditandatangani pada tahun 2018 dengan nilai kontrak Rp. 170 milyar lebih dan pengerjaannya sudah selesai dilakukan dan dalam proses audit jelas Abi.

Sedangkan tahap ke III dengan nilai kontrak Rp.90 milyar lebih (belum ditandatangani) di tahun 2019 dan pengerjaannya akan dilakukan selama 125 hari kalender, dihitung sejak kontrak ditandatangni dan selanjutnya hasil pekerjaan akan dilakukan delivery.

Tahap pengerjaan pembangunan tiga unit kapal ini, material menggunakan plat Karakatau posco, poduck dalam negeri yang diproduksi dari Jawa Barat dengan menggunakan material yang sudah terferifikasi dengan kualitas sesuai standar klas grade AH 36 yang disertifikasi oleh klas Registro Italiano Navale (RINA).

Dalam pemberitaan miring dibeberapa media online tentang pengerjaan kapal milik Bakamla RI terhadap tiga kapal yang dikerjakan oleh PT. Citra Shipyard adalah tidak benar, sehingga pihak manajemen PT. Citra Shipyard merasa belum ada di konfirmasi, ini sangat disayangkan tutup Abi. (Ramadan)

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV

BERITA DAERAH TERBARU