”Kepri Coral” Batam Bahari Festival 1 – 4 Nopember 2019

Alreinamedia. Batam –Laksamana TNI (Purn) Prof DR Marsetyo, M.M,
penasehat ahli Menteri Maritim dan Pariwisata khusus untuk wisata bahari (Marine Tourism) saat jumpa pers bertempat, Kepri Coral Pulau Abang dalam event Batam Bahari Festival 1-4 Nopember, 2019, Sabtu (2/11).

Muat Lebih

Marsetyo menjelaskan bahwa Indonesia mempunyai 2.174 pulau yang punya potensi wisata sangat luar biasa, ini membuat para yachter dunia tertarik untuk melihat keindahan pulau pulau yang indah yang ada dan tersebar di seluruh Indonesia, namun proses yang begitu rumit dan waktu yang begitu panjang
untuk mengurus perijinan bagi para yachter agar dapat masuk ke Indonesia, dan membuat para yachter dunia agak sedikit terhambat untuk bisa menyinggahi Indonesia.

Oleh sebab itu pada masa Presiden Jokowi tepatnya oktober 2014, untuk peningkatkan pariwisata mulai dibuat dengan pendekatan kesejahteraan, dan pada tahun 2015 dikeluarkanlah Perpres 105 yaitu pengurusan kapal yacht melalui sistem digital online.

Tujuannya adalah untuk mempermudah para yachter dunia, dalam pengurusan ijin masuk ke Indonesia, dengan diterapakannya sistem ini, dan pemerintah melalui Kementrian Pariwisata untuk menciptakan Wonderful Sail Indonesia, para yachter dari beberapa belahan negara mulai tertarik untuk datang ke Indonesia.

Baru pada tahun ini para yachter bisa sampai Kepri, dan untuk itu kami memberikan apresiasi kepada Hermanto Ahak sebagai owner Kepri Coral, yang sudah membangun salah satu tempat wisata’ di Batam tepatnya Pulau Abang yaitu Kepri Coral ungkapnya.

Target pariwisata kota Batam pada tahun ini 2,5 juta artinya potensi wisata bahari di kepri sangat luar biasa, dan Kepri Coral yang mulai di buka pada bulan Januari pada masa uji coba sampai dengan sekarang, sudah mendatangkan 32 ribu /35 ribu wisman. Ini artinya pada tahun ini bisa mencapai target sampai dengan 60 ribu wisman datang ke Kepri.

Kepri Coral merupakan salah satu destinasi wisata yang luar biasa, yang diharapkan akan mampu mendorong percepatan target pariwisata di Indonesia khususya Batam.

Owner Kerpi Coral Ahak mengatakan untuk Pulau Batam kedepannya kita akan bangun terus seperti Hotel berbintang Marina dan Restoran. Pada tahun sekarang baru dikunjungi 30 yacht dan untuk tahun selanjutnya target kita mencapai 50 sampai 60 yacht, dan kita sudah siapkan Boring atau Marina yang bisa langsung bersandar Kepri Coral jelas Ahak.

Menjawab kendala transportasi dari negara tetangga Singapura dan Malaysia, untuk sampai ke Kepri Coral Pulau Abang, Hermanto Ahak mengatakan, “Untuk tahun depan kita menyediakan transport langsung dari Singapura dan Malaysia ke Kepri Coral Pulau Abang, dengan penuh semangat Ahak mengatakan.

“Kita akan kembangkan bertahap, untuk saat ini kita baru mempersiapkan 2 kapal feri dulu, yaitu Singapura langsung Kepri Coral Pulau Abang, dan Malaysia dari Johor Bahru langsung Kepri Coral Pulau Abang, kedua kapak inu akan beroperasi dari pagi hingga malam,”sambungnya.

Pulau Abang Kepri Coral merupakan pulau terjauh dari Batam, kendala saat ini seperti jaringan telephone dan wifi sangat minim, fasilitas ini tentunya sangat di butuhkan oleh para pengunjung. Hermanto Ahak sebagai owner Kepri Coral komitmen untuk melengkapi semua fasilitas khususnya wifi, yang saat ini masih dalam tahap pembangunan tower.

“Pulau Abang adalah pulau terjauh dari Batam, untuk jaringan wifi, kita sedang proses pembuatan tower, di prediksi sekitar 1,5 bulan lagi persediaan Wifi Kepri Coral sudah full,”tuturnya. (Ramadan)

Pos terkait