Spanduk Rumah Relawan Muhammad Rudi Bakal Calon Walikota Nyantol di Bar Sintai Batam

BATAM – Gegap gempita akan pemilihan bakal calon kandidat Walikota Batam, saat ini sudah tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat. Pada tataran Pemilukada bertujuan untuk melakukan pergantian pemimpin daerah secara demokratis.

Berbagai spanduk dan relawan pun mulai bergerilya untuk mencari simpatisan dari masyarakat. Tempat nyantolnya spanduk tidak menjadi persoalan, yang penting selagi ada suara yang nantinya akan menjadi konstituennya.

Muat Lebih

Seperti halnya, tim relawan Rudi SE sudah menebarkan berbagai spanduk di pulau – pulau kecil maupun tempat lainnya yang ada di Batam. Salah satunya di Lokalisasi Teluk Pandan, Sintai yang berada di Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji.

Pantauan di lapangan, terlihat spanduk Tim relawan dan foto Rudi sudah nyantol di tembok salah satu bar di lokalisasi panti rehabilitasi terbesar di Kota Batam tersebut. Dalam tulisan spanduk itu sangat jelas’ Rumah Relawan H. Muhammad Rudi Teluk Pandan’.

Sementara di spanduk lain juga bertuliskan ‘Teluk Pandan Kelurahan Tanjung Uncang Siap Berjuang dan Mendukung H. Muhammad Rudi’.

Tim media ini menelusuri lokalisasi Teluk Pandan’ tersebut, kemudian menemui salah seorang penggurus dan beberapa warga di lokasi yang dekat kawasan industri galangan kapal itu.

Menurutnya, warga dilokasi tersebut tidak seramai tahun -tahun sebelumnya. Para penghuni sudah banyak yang move on (pindah ) daerah. Hal itu disebabkan karena kurangnya tamu yang datang.

“Mungkin karena kurangnya lapangan kerja maka berpengaruh juga ke lokasi ini. Tempat ini mulai sepi dan sudah ada beberapa bar yang tutup,” ungkap salah seorang penggurus yang namanya tidak mau disebutkan.

Terkait salah satu rumah pemilik bar yang dijadikan Rumah Relawan H. Muhammad Rudi untuk Pilkada 2020, merupakan sosialisasi dari tim relawan pak Walikota Batam, Rudi SE.

Saat ini, lokalisasi Teluk Pandan Sintai yang masih buka ada puluhan bar. Sedangkan jumlah pekerjanya ada sebanyak 200 orang. Jumlah tersebut menurun drastis dari tahun-tahun sebelumnya. Yang biasanya mampu mempekerjakan hingga 1.000 orang.

“Tahun -tahun sebelumnya diatas 30 bar yang aktif. Saat ini hanya 20 an bar saja. Artinya sangat berpangaruh pada jumlah pekerja disini. Dulu bisa sampai 1.000 orang sekarang tinggal 200 saja,” tuturnya. (Tim)

Editor : Nikson Juntak

Pos terkait