Ditreskrimum Polda Kepri Berhasil Amankan Tersangka Pencabulan Terhadap Anak Dibawah Umur

 

Alreinamedia. Batam –Tersangka pencabulan terhadap anak dibawah umur berinisial S alias F alias FIR alias LE diamankan oleh Ditreskrimum Polda Kepri pada 20 Januari 2020, berdasarkan Laporan polisi nomor LP-B/06/I/2020/SPKT-Kepri.

Muat Lebih

Hal tersebut dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. Didampingi Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto S.Sos., S.IK dan Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, SH, SIK, MH., saat konferensi pers di Polda KepriJum’at (24/1/2020).

Kronologi kejadian berawal pada bulan Desember 2019, seorang korban anak perempuan berusia 7 tahun berinisial S menyampaikan kepada orang tua nya karena mengeluh sakit pada bagian kemaluannya, Namun korban belum mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dikarenakan masih takut.

Kemudian pada tanggal 17 Januari 2020, orang tua dari inisial S mendapatkan informasi dari beberapa orang teman anaknya yang ternyata telah menjadi korban perbuatan yang sama, pencabulan yang terjadi di hutan Pulau Petong, Galang, Kota Batam.

Berdasarkan laporan dari orang tua korban tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka inisial S alias F alias FIR alias LE tutur Kabid humas Polda Kepri.

Dari hasil penyelidikan oleh tim teknis Ditreskrimum Polda Kepri bahwa modus operandi yang digunakan oleh tersangka adalah melakukan dugaan tindak pidana pencabulan terhadap korban anak di bawah umur dengan cara melakukan tipu muslihat serta memberikan iming-iming pemberian uang sebesar Rp. 10.000 kepada korban untuk dapat melakukan perbuatan bejatnya dengan tujuan terpenuhi nafsu tersangka.

Dimana cara tersangka melakukan pencabulan dengan meraba dan menggesek kemaluan ke beberapa bagian tubuh korban hingga mengeluarkan sperma pada tubuh korban jelas Dirreskrimum Polda Kepri.

Perbuatan tersangka tidak berhenti akan tetapi berlanjut dengan melakukan pencabulan terhadap beberapa anak lainnya di pulau petong. Atas kejadian yang telah dialami para anak yg menjadi korban, hingga saat ini mereka menjadi trauma dan takut jika melihat ataupun bertemu dengan tersangka.

Korban anak dibawah umur berjumlah 7 orang perempuan dengan inisial K (perempuan/6 tahun), A (perempuan/7 tahun), A (perempuan/5 tahun), N (perempuan/13 tahun), S (perempuan/8 tahun), S (perempuan/7 tahun), dan H (perempuan/9 tahun).

Barang bukti yang diamankan 1 (satu) kasur yang ditemukan di rumah tersangka, 1 (satu) helai handuk warna merah milik tersangka, 3 (tiga) pasang pakaian tersangka dan 5 (lima) pasang pakaian korban.

Tersangka dikenakan pasal 82 ayat (1) UU RI no 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU no 1 tahun 2016. (Ramadan)

Pos terkait