Penampakan Lucinta Luna Ditangkap Polisi, Positif Pakai Obat Psikotropika

Selebritas Lucinta Luna ditangkap polisi, Selasa (11/2/2020), dan terbukti positif menggunakan obat-obatan yang tergolong psikotoprika. Lantas, apa bahayanya jenis obat psikotropika? Melansir bnn.go.id, Selasa (11/2/2020),

psikotropika adalah zat atau obat yang bekerja menurunkan fungsi otak. Selain itu, obat ini merangsang susuan syaraf pusat sehingga menimbulkan reaksi berupa halusinasi, ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan perasaan yang tiba-tiba, dan menimbulkan rasa kecanduan pada pemakainya.

Bacaan Lainnya

Obat-obatan jenis ini tersebar di apotek, namun penggunaannya harus sesuai resep dokter.

Di sisi lain, efek kecanduan dari obat golongan ini memiliki kadar yang berbeda. Obat-obat psikotoprika memiliki 4 golongan dengan tingkat kecanduan yang berbeda. Namun, tetap saja, jika dikonsumsi tidak sesuai anjuran dokter, hal tersebut akan membahayakan pengguna.

BNN menyebutkan, pemakai yang sudah kecanduan akan ketergantungan dan bisa berakhir dengan kematian. Penyalahgunaan dari obat-obatan tersebut juga bisa terancam terkena hukuman penjara.

Ada banyak bahaya dan efek penyalahguaan psikotropika, beberapa di antaranya:

Stimulan Fungsi tubuh akan bekerja lebih tinggi dan bergairah sehingga pemakainya lebih terjaga. Kerja organ tentu menjadi berat dan jika si pemakai tidak menggunakan obat-obatan tersebut, badan menjadi lemah.

Efek kecanduan tersebut menyebabkan penggunanya harus selalu mengonsumsi zat tersebut agar kondisi tubuh tetap prima.

Contoh stimulan yang sering disalahgunakan adalah ekstasi dan sabu-sabu. Halusinogen Halusinogen adalah efek yang sering dialami oleh pemakai ketika persepsinya menjadi berubah dan merasakan halusinasi yang berelebihan.

Contoh zat yang memberikan efek halusinogen salah satunya adalah ganja. Depresan Efek tenang yang dihasilkan dari zat yang dikonsumsi menekan kerja sistem syaraf pusat. Jika digunakan berlebihan, penggunanya bisa tertidur terlalu lama dan tidak sadarkan diri.

Bahaya yang paling fatal adalah menyebabkan kematian. Contoh zat yang bersifat depresan salah satunya adalah putaw. Psikotropika sendiri tidak sama dengan narkotika.

Hal tersebut sesuai dengan isi pasal 1 angka 1 UU Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika yang menyatakan bahwa Psikotropika merupakan sebuah zat atau obat baik yang bersifat alamiah maupun buatan yang bukan narkotika.

Khasiatnya bersifat psikoaktif yang mana menyebabkan perubahan aktivitas mental serta perilaku.

Sementara pada Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyatakan bahwa jenis psikotropika golongan 1 dan 2 dicabut dan ditetapkan sebagai narkotika golongan 1.

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV

BERITA DAERAH TERBARU