Tanda Sucpect Virus Corona dan Cara Mencegahnya

JAKARTA — Kasus virus corona di Indonesia sudah memasuki waktu lebih dua pekan. Berdasarkan data pemerintah, hingga Rabu (18/3), jumlah positif kasus virus corona di Indonesia mencapai 227 kasus.

Jumlah yang meninggal mencapai 19 orang. Sementara, yang ada 11 orang pasisen corona yang dinyatakan sembuh.

Lalu, seperti apa tanda orang terpapar virus corona? Kepada Republika.co.id beberapa waktu lalu, Dokter Spesialis Paru RS Awal Bros Bekasi Timur, dr. Annisa Sutera Insani, SpP, mengatakan,  gejala yang timbul dari virus tersebut adalah demam, lemas, batuk, dan sesak atau kesulitan bernafas. Beberapa kondisi ditemukan lebih berat.

Orang dengan lanjut usia atau sedang memiliki penyakit penyerta lainnya memiliki risiko lebih tinggi untuk memperberat kondisi. Adapun, dampak terburuk yang dapat terjadi adalah infeksi berat (sepsis), kondisi shock, gagal pernafasan, dan meninggal.

Indikasi-indikasi medis yang dapat menyatakan bahwa seseorang terserang virus tersebut adalah indikasi medis yang dalam masuk kategori suspect (terduga) yaitu pasien dengan gejala yang telah disebutkan sebelumnya namun dalam kondisi yang berat dan membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tanpa etiologi (bakteri atau virus) yang jelas dan minimal memenuhi satu dari kriteria seperti riwayat perjalanan ke Wuhan, China selama 14 hari terakhir. Kriteria lain yang bisa jadi indikasi adalah pasien merupakan petugas kesehatan yang merawat pasien infeksi akut respirasi yang berat.

“Kriteria lainnya adalah kontak erat dengn pasien probable case nCoV selama 14 hari terakhir, atau berkunjung ke pasar hewan hidup di Wuhan, China, atau pengunjung atau petugas kesehatan di Rumah Sakit yang dilaporkan menangani kasus nCoV tersebut,” kata dr Annisa.

Sementara untuk cara mencegahanya, Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RS Islam Banjarmasin, dr H Meldy Muzada Elfa SpPD, mengatakan,  salah satunya adalah dengan mencuci tangan dengan sabun selama 40-60 detik.

“Diharapkan bakteri di tangan dan virus (salah satunya corona) dapat menghilang tersapu air,” kata Meldy beberapa hari lalu.

Cara-cara lainnya untuk mencegah penularan virus corona, lanjut Meldy, bisa dilakukan sejumlah cara. Di antaranya yaitu:

Pertama, membatasi diri bertemu dengan orang lain. Membatasi diri sangat efektif dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona yang mempunyai virulensi sangat cepat ini. Membatasi diri artinya banyak berdiam diri di rumah, keluar rumah seperlunya.

Kedua, menghindari kerumunan dan tempat umum yang ramai pengunjung. Menjaga jarak 2-3 kaki dari orang lain juga dianjurkan. Karena penyebaran virus corona adalah droplet, artinya menyebar dari air liur ataupun cairan tubuh yang keluar saat berbicara, batuk dan bersin.

Ketiga, tidak menyentuh mata, mulut dan hidung sebelum mencuci tangan.

Keempat, mencuci tangan dengan handrub yang mengandung alkohol minimal 60 persen selama 20-30 detik atau dengan air sabun 40-60 detik.

Kelima, tutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku saat batuk dan bersih, buang tisu ke tempat sampah. Jika batuk dan bersin terus menerus, sebaiknya istirahat di rumah. Jika terpaksa keluar, pakai masker.

Keenam, jaga kebersihan diri dan lingkungan. Kebersihan lingkungan: membersihkan secara agresif periodik daerah-daerah yang sering bersentuhan dengan tangan antara lain: gagang pintu, tombol lift, pegangan eskalator, pagar, keran air dan toilet. Di lingkungan ibadah: karpet digulung, biarkan pakai lantai saja, dipel secara sering dan berkala.

Ketujuh, transaksi disarankan cashless dengan menggunakan uang elektronik, debit ataupun kartu kredit.

Soal penggunaan hand sanitizer, Meldy mengingatkan penggunaan yang berlebih berdampak kurang baik pada mukosa kulit. Sehingga, dia menyarankan hand sanitizer dipakai seperlunya sesuai lima momen rekomendasi WHO.

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV

BERITA DAERAH TERBARU