Cuci Tangan dengan Air atau Sanitizer, Mana Lebih Baik?

BATAM, -Pandemi virus Covid-19 atau corona membuat masyarakat di sejumlah negara panik. Imbasnya, hampir seluruh hand sanitizer atau cairan pembersih tangan habis diburu.

Para ahli kesehatan memang menganjurkan agar rajin mencuci tangan, supaya virus corona di tangan dapat hilang. Namun, antara mencuci tangan dengan hand sanitizer atau air biasa, mana yang lebih baik?

Dilansir dari The Post, Direktur Medis Unit Patogen Khusus di Boston Medical Center, Dr. Nahid Bhadelia mengatakan bahwa mencuci tangan dengan air mengalir lebih baik. Karena lebih efektif menghilangkan kotoran di tangan.

Menggunakan sabun hingga berbusa juga dinilai bisa membantu menangkal virus lainnya. “Ini juga akan melindungi Anda dari penyakit menular lainnya, seperti flu dan diare,” ujar Bhadelia.

Namun, ia tetap menegaskan bahwa mencuci tangan merupakan langkah yang perlu dilakukan. Baik menggunakan air mengalir atau hand sanitizer.

“Sabun dan air, dan pembersih tangan berbahan dasar alkohol, dapat membunuhnya,” ujar Bhadelia.

Di sisi lain, tidak semua hand sanitizer memiliki kemampuan untuk membunuh virus penyebab Covid-19. Merujuk pada pernyataan Centers for Disease Control and Prevention, hanya hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen yang bisa secara efektif membunuh virus penyebab Covid-19.

Akan tetapi, salah satu anjuran utama dalam pencegahan Covid-19 bukanlah penggunaan hand sanitizer. Ketua koordinator hubungan masyarakat dari Departemen Kesehatan Masyarakat, El Paso Soraya Ayub Palacios mengatakan yang perlu lebih ditekankan adalah mencuci tangan secara rutin dengan air mengalir dan sabun. “Apa yang kami dorong kepada publik adalah kita menekankan cuci tangan,” jelas Palacios, seperti dilansir El Paso Times.

Selain cuci tangan secara rutin dengan cara yang benar, upaya pencegahan lain yang tak kalah penting adalah melakukan social distancing atau jaga jarak sosial. Jarak yang disarankan dalam social distancing adalah enam kaki atau sekitar dua meter. “Kami mendorong mereka untuk memiliki social distancing, berjarak 6 kaki antara satu sama lain,” ujar Palacios.

Menjaga jarak, Palacios mengatakan tak hanya penting untuk melindungi diri sendiri tetapi juga melindungi kelompok rentan seperti lansia. Hal ini perlu dipahami oleh generasi muda yang mungkin masih menyepelekan pentingnya social distancing.

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV

BERITA DAERAH TERBARU