Gara-gara Corona, Omzet Pedagang Wadai Ramadan Menurun

Palangka Raya, – Tidak bisa dipungkiri pedagang wadai (kue) Ramadan menjadi salah satu usaha yang juga terdampak gara-gara pandemi corona virus disease (Covid-19).

Seperti yang dikeluhkan Marika, pedagang wadai atau sajian buka puasa (takjil), yang menjajakan jualannya di pertigaan Jalan G Obos dan Jalan Temanggung Tilung Kota Palangka Raya ini, sudah seminggu pelaksanaan puasa Ramadan ini, omzet jualan wadainya turun.

Bacaan Lainnya

Bahkan menurut dia penjualan wadai di Ramadan 1441 Hijriah ini, omzet harian jualan wadai turun lebih dari 75% karena sepinya pembeli.

Padahal, katanya, bila dibanding tahun-tahun sebelumnya, sejak awal Ramadan hingga menjelang akhir pelaksanaan Ramadan, tingkat daya beli masyarakat sangat tinggi.

“Kalau dulu selalu ramai dikunjungi oleh warga untuk persiapan berbuka puasa. Tetapi sekarang jauh berbeda, omzet pun menjadi turun,” keluh Marika, Jumat (1/5/2020).

Terlebih pada kondisi virus korona ini imbuhnya, pemerintah telah mengeluarkan surat edaran bahwa pasar wadai ditiadakan, untuk mengantisipasi penyebaran virus.

Namun begitu, para pedagang nampaknya tetap menjual berbagai macam wadai atau takjil berbuka pada kawasan tertentu.

“Bila berkaca dari Ramadan tahun lalu, pendapat per hari bisa mencapai Rp300.000. Namun dengan adanya wabah ini, pendapatan turun drastis. Bahkan bisa-bisa tidak ada untung,” katanya.

Marika pun berharap agar pandemi virus korona ini segera berakhir, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dan berusaha seperti biasanya. (AM/MC. Isen Mulang.1/nd/toeb)

Pos terkait

ALREINAMEDIA TV

BERITA DAERAH TERBARU