Dugaan Pembayaran Pasien Negatif Covid-19 Atas Nama Yanti Bunardi Ini Penjelasan Management RSAB

Alreinamedia. Batam — Dugaan adanya clim pasien negatif Covid-19 ke biaya negara atas nama Yanti Bunardi., ini penjelasan Direktur Rumah Sakit Awal Bros Batam dr. Widya Putri, pada Rabu (23/6/2020). Bertempat Media Centre RS Awal Bros.

Awal kisah pasien datang ke UGD RSAB (Rumah Sakit Awal Bros) pada tanggal 11, Juni, 2020 dengan keluhan penurunan kesadaran dan sempat hampir terjatuh serta bicara meracau. Dengan hasil pemeriksaan fisik dan penunjang jelas dr. Widya, pasien dinyatakan termasuk dalam kriteria PDP dengan adanya hasil foto rongent yang menunjukkan adanya peneumoni, serta hasil laboratorium.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut dikatakanya bahwa pasien langsung dilakukan pemeriksaan rapit test dan direncanakan pemeriksaan swab. Selanjutnya swab dilakukan 2 kali, pada tanggal 12 -13 Juni, 2020.

Selanjutnya pasien di rawat di ruang ICU isolasi khusus Covid-19 di lantai 7 RSAB. Setelah dilakukan perawatan khusus pihak keluarga pasien tidak terima bahwa pasien ditentukan sebagai PDP serta meminta di pindahkan ke ruangan lain.

Setelah keluarga mendapat penjelasan akan segala resiko, pasien dipindahkan ke ruang isolasi khusus Covid-19 tidak di ICU di lantai 5 RS Awal Bros imbuhnya.

Selama perawatan, keluarga pasien kurang kooperatif dan memaksa untuk membawa pulang. Sehingga pihak RSAB meminta tim Gugus Tugas Covid-19 kota Batam memberikan edukasi dan menjelaskan pada keluarga pasien dan pasien bisa di bawa pulang apa bila sudah menerima hasil swab jelas dr. Widya.

Pada tanggal 15 Juni, 2020, hasil swab pertama dan kedua mengatakan bahwa pasien negatif Covid-19 dan pasien diperbolehkan pulang., ungkapnya.

Selanjutnya tanggal 18 Juni, 2020, keluarga pasien membawa pengacara ingin melakukan pembayaran ke RSAB dan tidak bersedia bahwa biaya ditagihkan ke Kementerian Kesehatan, jelas dr. Widya.

Perlu diketahui kita semuanya berdasarkan peraturan pemerintah tentang penentuan kriteria pasien dan klaim pembiayaan, maka pihak RSAB tetap mengajukan klaim ke Kementerian Kesehatan dan tidak menerima pembayaran dari pihak keluarga pasien., tegasnya.

Oleh keluarga pasien menyampaikan kekhawatiran apa bila pasien dinyatakan sebagai PDP, maka akan menjadi stigma buruk di masyarakat.

Senada dengan hal tersebut diatas pihak RSAB dan Satgas Covid-19 kota Batam, menjelaskan bawah sebagai status PDP tidak berarti pasien adalah positif Covid-19. Sehingga adanya pemeriksaan swab dan setelah adanya hasil swab yang menyatakan pasien negatif Covid-19, maka RSAB mengeluarkan surat resume medis yang menyatakan pasien negatif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menambahkan dengan singkat untuk mengetahui pasien PDP tentunya ada kriteria seperti flu, demam tinggi dan radang paru-paru, Kemudian dokter melakukan pemeriksaan dan rongent tersebut yang dapat mengatakan pasien sebagai pasien PDP, kemudian rumah sakit akan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah ungkapnya.

Untuk pembayaran pasien di rumah sakit sebenarnya lebih baik dengan pembayaran kes, dari pada pembayaran melalui Kementerian Kesehatan karena semua pembayaran yang dilakukan itu sama nilainya ujarnya.

Dampaknya bila selesai Covid-19 ini nanti, apa bila RSAB tidak mengikuti aturan protokol kesehata, pemeriksaan dan pengawasan akan dilakukan oleh BPK, KPK dan polisi.

Inti dari semuanya keluarga pasien takut stigma di masyarakat status PDP Covid-19 pada pasien. Sebenarnya itu bukan suatu masalah yang telah dijelaskan di atas tutup Didi. (Ramadan)

Pos terkait