Blasius Kilmas: Peran Orang Tua Dalam Perkembangan Pendidikan Anak

Perkembangan, keberhasilan, prestasi belajar, serta sikap dan perilaku anak/siswa pada sebuah lembaga pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), selalu identik dengan sejauhmana kompetensi dan profesionalisme seorang guru dalam mendidik dan mengajar anak pada sebuah lembaga pendidikan.

Segala kemajuan dan kemunduran dalam dunia pendidikan selalu dikaitkan dengan guru. Anak berhasil dan berprestasi selalu dikaitkan dengan guru, sebaliknya kalau seorang anak tidak berhasil dalam perkembangan pendidikannya, maka guru juga dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam kegagalan anak/atau siswa.

Bacaan Lainnya

Hal yang sama juga dengan karakter seorang anak.Baik dan buruknya karakter yang dilakukan seorang anak/siswa pasti kaitanyan dengan dunia pendidikan yang mana didalamnya ada kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan seakan-akan semua baik dan buruknya prestasi dan karakter anak kesalahannya dilimpahkan kepada pendidik atau dunia pendidikan.

Kita sering lupa bahwa orang tua adalah bagian yang utama dan terutama dalam perkembangan dan pertumbuhan seorang anak. Kita semua lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga. Proses pembelajaran dimulai sejak kita semua masih dalam kandungan seorang Ibu. Perilaku seorang ibu dan bapak dalam membina hubungan keluarga yang harmonis, gizi yang seimbang yang dikonsumsi seorng Ibu saat mengandung juga sangat berperan dalam perkembangan seorang anak.

Seorang anak sejak lahir, belajar dari perilaku orang tua dan anggota keluarga lain dalam sebuah rumah. Anak mulai mengenal sesuatu dari rumah, mulai mengenal ibunya, bapaknya, kakek dan nenek serta saudara yang lain semuanya dimulai dari lingkungan keluarga. Anak mulai bisa berbicara dengan mengucap mama, bapak, kakak, nenek, kakek dan lainnya dimulai dari lingkungan keluarga. Begitu besar peran keluarga bagi perkembangan seorang anak.

Maka dapat dikatakan bahwa keuarga adalah guru yang pertama dan utama dalam perkembangan seorang anak hingga ia masuk dalam dunia pendidikan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan cuma sebagai penerus dari pendidikan yang sudah dimulai sejak anak tersebut dalam kandungan seorang ibu, lahir, besar dan masuk di lingkungan pendidikan.

Karakter dan akhlak seorang anak terbentuk sejak ia masih dalam kandungan seorang ibu, sampai ia lahir dan besar. Waktu yang paling lama bagi seorang anak adalah waktu anak bersama keluarga di rumah. Waktu di sekolah bagi seorang anak antara 3 sampai 6 jam dari 24 jam dalam satu hari. Hal ini sesuai dengan pendapak beberapa ahli tentang peran orang tua dan keluarga dalam perkembangan pendidikan seorang anak.

Menutur Verkuyl ada tiga tugas orang tua dalam merawat anaknya. Pertama, adalah mengurus keperluan materil anak, yaitu harus memberi makan, tempat perlindungan dan pakaian kepada anak. Anak sepenuhnya masih bergantung kepada orang tuanya karena anak belum mampu mencukupi kebutuhannya sendiri.

Kedua, menciptakan suatu “home” bagi anak, yang berarti bahwa didalam keluarga itu anak dapat berkembang dengan subur, merasakan kemesraan, kasih sayang, keramahtamahan, merasa aman, terlindungi, dan lain-lain. Di rumah anak merasa tenteram, tidak pernah kesepian dan selalu gembira.

Ketiga, adalah tugas pendidikan dan tugas inilah yang merupakan tugas terpenting dari orang tua terhadap anaknya. Sejalan dengan pendapat tersebut, Hamalik mengatakan bahwa orang tua turut bertanggung jawab atas kemajuan belajar anak-anaknya. Pemenuhan kebutuhan anak tidak cukup hanya dari segi materi melainkan orang tua juga diharapkan memenuhi kebutuhan belajar anak secara psikis, seperti memuji, menegur, memberi hadiah, mengawasi, serta turut pada program kegiatan belajar anak.

Haditono menyebutkan bahwa semakin tinggi keikutsertaan orang tua dalam kegiatan belajar anak maka semakin baik pula pengawasan yang diberikan terhadap anaknya, dalam hal ini membantu anak mencapai prestasi belajar yang baik. Kondisi yang demikian memberi sumbangan terhadap kemauan dan ketekunan anak untuk belajar.

Cavanagh dan Romanoski menyatakan bahwa keterlibatan orang tua terhadap pendidikan anaknya merupakan aspek yang penting dalam kebudayaan dan sekolah perlu melakukan usaha-usaha agar orang tua siswa memiliki peran yang semakin besar di sekolah.

Menurut Bascia dan Hargreaves, sejak awal tahun 1990 telah berkembang kritik terhadap kebudayaan di sekolah, baik pada sisi organisasi dan sistem mengajar yang dilakukan oleh guru. Sejak kritik tersebut muncul, karena sekolah mulai melakukan perbaikan dan mengkonsep kembali kebudayaan sekolah dengan meningkatkan keterlibatan seluruh anggota komunitas sekolah, tidak hanya guru dan siswa, namun juga orang tua siswa. Selain itu, menurut Caverretta, terjalinnya kerja sama yang baik antar orang tua siswa dan guru dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Berdasarkan uraian di atas maka saya dapat menyimpulkan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan anaknya, terutama dalam masalah pendidikan anak serta komunikasi orang tua tehadap guru harus terjalin dengan baik.

Hal tersebut merupakan tanggungjawab orang tua terhadap anak dan anak selalu berada dalam pengawasan orang tua baik saat di rumah maupun diluar rumah. Sebagai orang tua di tuntut agar selalu lebih perhatian terhadap perkembangan pendidikan anak serta hal-hal yang menunjang anak untuk selalu tekun dalam belajar.

Didalam situasi pandemi Virus Corona yang mengguncang dunia, maka sangat berdampak pada semua sendi kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Guru dan siswa diminta untuk mengajar dan belajar di rumah. Peran guru seakan-akan harus diambil alih oleh orang tua. Guru menyiapkan materi pembelajaran dan lembar kerja siswa, seterusnya orang tua yang harus menjaga dan mendampingi anak untuk belajar.

Orang tua harus menyiapkan segala hal untuk menunjang anak untuk belajar dari rumah dengan membeli Handphone (Hp), pulsa/paket internet, melatih anak dalam penggunaan Hp, mendampingi anak untuk belajar. Baik melalui media daring, atau belajar dengan modul yang sudah disiapkan oleh guru.

Tidak bisa dipungkiri bahwa guru juga punya peran yang besar dalam kemajuan pendidikan bagi seorang anak. Guru yang profesional dan tekun dalam menjalankan tugasnya untuk mendidik dan mengajar seorang anak juga sangat penting. Jika seorang guru dalam melaksanakan tugasnya dengan profesional, maka akan berpengaruh terhadap peningkatan mutu pendidikan seorang anak.

Tapi seperti yang penulis sudah sampaikan di bagian atas, maka peran orag tua juga sangat penting dan merupakan dasar bagi perkembangan seorang anak. Oleh sebab itu, saya mengajak kita semua, baik pemerintah sebagai penyelenggara negara bidang pendidikan yang sudah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor UU 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, masyarakat, lembaga pendidikan, dan orang tua, agar masing-masing melakukan peran kita dengan baik, maka nicaya, dunia pendidikan kita kedepan akan lebih baik demi kemajuan bangsa dan negara kita.

Penulis adalah Pengawas SD pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kaimana, saat ini tengah mengikuti studi Program S2 Managemen Pendidikan pada Universitas Negeri Cenderawasih, Papua.

Pos terkait