Kiat Sukses: Antara Perspektif dan Pola Pikir

Sumber Foto: Pexels/Andrea Piacquadio

Oleh: Gayuh Ilham Widadi

Sukses kerapkali lahir sebagai harapan dari usaha keras menjalani sesuatu. Entah mengenai persoalan pendidikan, dan sejenisnya. Sampai dengan hal yang paling dirasa paling penting yakni penantian hasil di balik perjuangan menuju puncak kesuksesan seseorang.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, saya kerapkali mendengar konsep capaian sukses adalah uang. Perspektif tersebut biasanya datang dari pemikiran orang tua pada umumnya. Menurut mereka, sukses adalah pencapaian dimana seseorang mampu mentas dari tantangan duniawi berupa ujian beban ekonomi yang notabene menjadi hal ikwal dan satu satunya sebagai tolak ukur seseorang dikatakan telah sukses dalam menjalani liku hidup.

Seringkali saya temukan perkataan motivasional dari para orang tua seperti kata-kata yang barusan saya ungkapkan di atas. Seperti ini biasanya ucapan orang tua pada anaknya, “ nak, kamu nanti kalau udah dewasa harus bisa kerja yang hebat, rajin, jadi nanti bisa dapet uang banyak.”

Kaitan antara citra kesuksesan memang selama ini kadang selalu dikaitkan dengan pekerjaan yang menghasilkan banyak pundi-pundi rupiah. Memang tidak salah persepsi seperti itu. Faktanya, gelimang harta memang di ilhami menjadi tujuan pokok agar segala kebutuhan hidup bisa tercukupi dengan baik setiap waktunya.

Sukses hanya mengaitkan soal harta acapkali tidak membawa kepuasan batiniah jika tujuan utamanya semata berharap hasil keduniawian saja. Pemikiran semacam ini memang harus segera diganti.

Modern ini, jika diamati makin banyak sekali sudut perspektif yang bisa digunakan sebagai bahan referensi menoleh cara pandang baru dalam menilai kesuksesan. Semua tergantung usaha dan sikap terhadap persoalan yang dianggap mampu mewujudkan impian.

Kesuksesan pola pikir menjadi salah satunya. Kita akui segalanya tidak akan mudah didapat jika pola pikir belum menjurus ke arah kedewasaan. Dimulai dari mencoba sebagai modal pengalaman sangat berarti nilainya. Sebab dari Pengalaman seseorang bisa belajar dari setiap kesalahan. Sukses pola pikir dikatakan berhasil apabila setiap tahapan pikiran mampu diolah secara sistematis dan terarah.

Jika diambil perumpamaan lain, anak-anak yang menyukai sepakbola misalnya, karena suka dan ingin menjadi pemain hebat, mereka setiap hari rajin berlatih. Mulai dari mencoba hal baru yang belum mereka bisa lakukan, mencoba menjaga pola makan, menjaga pola tidur, dan sebagainya yang berkaitan dengan aspek latihan terus dilakukan setiap waktu sampai pada waktu dimana puncak usaha mereka menghasilkan buah manis yakni menjadi pemain sepakbola jempolan.

Kemudian ketika seseorang mau mensyukuri hasil usahanya, padahal dari capaian skala pioritas mungkin tidak sesuai harapan awal tetap saja bisa dikatakan sebagai bentuk nyata kesuksesan. Kiat mensyukuri keadaan tersebut akan selalu membawa hikmah baik untuk mereka yang menjalani.

Mengubah mindset suskes karena uang juga akan mendatangkan sisi positif. Yaitu berguna sebagai bahan refleksi dan perbaikan, sehingga suatu saat nanti berhasil mencapai tingkat kesuksesan lebih nyata. Selain itu, akan lebih banyak cerita sukses berkesan dalam menurut versinya setiap orang. Sebab, sedianya setiap individu oleh sang pencipta diberikan kemampuan beragam jenisnya.

Jadi, mengedepankan persepektif uang sebagai parameter sukses memang hanyalah kemencengan persepsi. Semua itu seyogyanya pelu dirubah ataupun diimbangi berbagai jenis harmonisasi kebutuhan secara berkala seiring kebutuhan. Dengan catatan tidak melupakan satu kunci penting yaitu terus bekerja keras dan berdoa.

Penulis adalah Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Publiser : Imran Alwi

 

Pos terkait