Badan POM Lakukan Penertiban Kosmetik Illegal

  • Whatsapp

Alreinamedia. Batam — Badan Pangan Obat Dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepri lakukan penertiban kosmetik illegal di beberapa tempat di kota Batam.

Read More

Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan P. S., S.Si., Apt, didampingi Kasi Penindak BPOM Kepri Angga Nugraha., S.Si, saat konferensi pers di Gedung BPOM Kepri Lantai 2 Jalan Hang Jabat, Batu Besar, Nongsa, Kota Batam, Kamis (15/8/2019) siang.

Menurutnya BPOM Kepri melakukan razia di sekitaran Avava Mall Nagoya dan Botania I, dari 22 toko yang BPOM Kepri razia dan mendapatkan 147 item dan 8.432 pcs kosmetik dan obat-obatan yang tidak memiliki izin edar atau ilegal.

Baca Juga :  Bawa Sabu 1,5 Kg, TKI Ilegal Di Amankan Ditresnarkoba Polda Kepri

Yosef jelaskan bahwa razia kali ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia dalam intensifikasi pemeriksaan kosmetik dan penertiban pasar dalam negeri dari kosmetik ilegal.

BPOM Kepri berharap kedepanya supaya bisa untuk mengetahui siapa – siapa saja distributor kosmetik dan obat-obatan yang menjual tampa ijin edar.

Selanjutnya Yosef, menjelaskan bahwa dalam razia tersebut juga mereka menyita kosmetik tanpa izin edar atau ilegal sebanyak 125 item dengan jumlah isinya ada 8.380 pcs. Sedangkan obat tradisional menurutnya sebanyak 16 item dengan jumlah isinya sebanyak 46 pcs, obat sebanyak 3 item dengan isinya sebanyak 3 pcs dan suplemen sebanyak 3 item dengan isinya sebanyak 3 pcs.

Nilai ekonomi barang sitaan tersebut, sebesar Rp. 168.640.000, bahkan razia tersebut akan terus berlanjut. Yang pihaknya razia bukan hanya di ritel-ritel modern, akan tetapi juga di pasar tradisional. “Tapi memang untuk di Kepri ini yang trendnya untuk peredaran seperti itu di pasar-pasar modern.

Baca Juga :  Amsakar Achmad Resmikan Kampung Tangguh Batam Kota

Dalam melakukan razia di Mall Avava, para pedagang sudah kabur, sehingga pihak belum mengetahui siapa distributor dari produk-produk ilegal, tegas Yosef.

Selain untuk dipasarkan di pasar modern, kosmetik dan obat-obatan yang tidak memiliki izin edar atau ilegal, juga di pasarkan melalui online.
Yosef, juga menghimbau kepada masyarakat untuk cek KLIK, yakni Cek Kemasan jangan sampai terima produk dengan kemasan rusak, Cek Label kelengkapan label seperti nama dan alamat produsen atau importir, komposisi, netto, kode produksi, ED, Cek Izin Edar, sebagaimana harus terdaftar di BPOM dan cek Kadaluarsa ini yang harus di pahami oleh konsumen. (Ramadan)

ALREINAMEDIA TV

Related posts