Belum Semua Pendaki Dievakuasi dari Gunung Ciremai

  • Whatsapp

Alreinamedia.com, Jakarta – Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan hingga petang tadi masih ada setidaknya lima pendaki belum turun dari Gunung Ciremai yang terbakar.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan menginformasikan hingga hari ini pukul 14.38 WIB belum semua pendaki berhasil turun ke wilayah aman saat terjadi kebakaran hutan di Gunung Ciremai,” kata Agus melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (8/8).

Hingga petang tadi, Agus mengatakan lima pendaki tersebut sedang dalam perjalanan turun sampai ke Pos Kuburan Kuda. Pos tersebut berada di rute pendakian Ciremai jalur Linggajati. Pendakian Gunung Ciremai memiliki beberapa jalur seperti jalur Apuy, Palutungan, Linggajati, dan Linggasana.

Ia menyatakan hingga pekan tadi BPBD Kuningan dan BPBD Kabupaten Majalengka setidaknya telah berhasil mengevakuasi 69 pendaki dan mengonfirmasi tidak ada lagi pendaki pada jalur-jalur selain yang dilalui lima pendaki yang belum turun.

“Otoritas taman nasional telah mengeluarkan pengumuman tentang penutupan jalur pendakian,” ujar Agus.

219 Personel Gabungan

Agus menerangkan pemadaman kebakaran hutan di Gunung Ciremai dan evakuasi melibatkan 219 personel dari unsur gabungan.

“Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, api masih menyala dan menyebar ke arah utara. Personel dari unsur gabungan mendaki untuk melakukan upaya pemadaman dan pengiriman logistik,” kata Agus.

Gunung Ciremai secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten yakni Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat

Agus mengatakan personel dari unsur gabungan berasal dari BPBD Kabupaten Majalengka, BPBD Kabupaten Kuningan, TNI/Polri, personel Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Masyarakat Peduli Gunung Ciremai (MPGC) Apuy, MPGC Sangiang, sukarelawan, dan masyarakat setempat.

Ia menjelaskan pemadaman api dilakukan melalui empat jalur yaitu Apuy sebagai pos utama, Sadarahe, Cikarak, dan Bantaragung.

“BPBD setempat melaporkan pendaki jalur Apuy sebanyak 33 orang dan jalur Palutungan sebanyak 31 orang telah dievakuasi,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin engatakan pemadaman api yang membakar lahan di puncak Gunung Ciremai terkendala medan, karena terletak di ketinggian 2.667 mdpl.

“Kita terkendala (untuk memadamkan api) karena lokasi kebakaran berada dia tas ketinggian atau puncak Ciremai,” kata Agus Mauludin di Kuningan seperti di kutip dari Antara.

Selain lokasi kebakaran yang menjadi kendala, kata Agus, arah angin yang berubah-ubah juga menyulitkan tim untuk bergerak. Pasalnya, angin bisa meniupkan bara api, sehingga kebakaran lahan semakin meluas dan sulit untuk dikendalikan.

“Arah angin berubah-rubah memicu meluasnya kebakaran hutan lahan dan membuat loncatan bara api,” ujarnya.

Kebakaran terjadi di blok Gua Walet di puncak Gunung Ciremai yang masih wilayah Kelurahan Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Asap terlihat pada Rabu (7/8) pukul 15.10 WIB dari wilayah Argalingga, Kabupaten Majalengka. Perkiraan luas lahan yang terdampak sekitar 308 hektare. (mb/cnn indonesia)

ALREINAMEDIA TV