BNNP Kepri Musnahkan 7,6 Kg Sabu dan 3.328 Butir Ekstasi

  • Whatsapp
Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) melakukan pemusnahan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu 7.657,35 gram dan ekstasi 3.328 butir setara dengan 986,69 gram. (Foto: Metrobatam.com/Ton)

Batam – Pemusnahan barang bukti Narkotika Golongan I dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri), di Kantor BNNP Kepri, Jalan Batu Besar, Nongsa, Kota Batam. Kepri. Pada hari Rabu, 2 September 2020.

Pemusnahan barang bukti Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat bruto 7.657,35 (tujuh ribu enam ratus lima puluh tujuh koma tiga puluh lima) gram dan Ekstasi sebanyak 3.328 (tiga ribu tiga ratus dua puluh delapan) butir setara dengan 986,69 (sembilan ratus delapan puluh enam koma enam puluh sembilan) gram, pemusnahan dengan cara dibakar melalui mesin incinerator.

Read More

Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Richard M Nainggolan mengatakan, pemusnahan tersebut berdasarkan dari 3 (tiga) Laporan Kasus Narkotika (LKN) dan sudah menerima Penetapan dari Kejaksaan Negeri Batam.

“Dari 3 (dua) Laporan Kasus Narkotika dengan jumlah 4 (empat) orang tersangka peredaran gelap Narkoba jaringan sindikat Narkotika yang terjadi di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau,” ungkap Richard didampingi Kabid Pemberantasan BNNP Kepri, Kombes Pol Arif Bastari.

Brigjen Pol Richard M Nainggolan menjelaskan, pada hari Kamis tanggal 06 Agustus 2020, sekira pukul 11.50 WIB, di Lorong Pelantar Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau, Petugas BNN Provinsi Kepulauan Riau tekah mengamankan seorang laki-laki berinisial N (36 Thn) WNI yang berprofesi sebagai pedagang makanan yang beralamat di Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang karena tertangkap tangan memiliki, menguasai, menjadi perantara jual beli Narkotika golongan I jenis Sabu dengan berat total bruto 1.003 (seribu tiga) gram, Narkotika golongan I jenis Ekstasi berwarna cokelat berlogo “minus” sebanyak 3.410 (tiga ribu empat ratus sepuluh) butir dan daun kering diduga Narkotika golongan I jenis Ganja seberat bruto 3,75 (tiga koma tujuh puluh lima) gram.

Lanjutnya, mengenai keterangan dari saudara N, Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 1.003 (seribu tiga) gram dan Ekstasi sebanyak 3.410 (tiga ribu empat ratus sepuluh) butir akan dipecah dan diantarkan kepada beberapa orang atas perintah dari seseorang berinisial B yang berada di Tanjungpinang.

“Serta keterangan tersebut di atas, tersangka beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor BNNP Kepri guna dilakukan proses penyidikan,” ujarnya.

“Dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 971,33 (sembilan ratus tujuh puluh satu koma tiga puluh tiga) gram dan sebanyak 37,51 (tiga puluh tujuh koma lima puluh satu) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan,” jelasnya.

Lebih lanjut Richard mengatakan, untuk barang bukti Narkotika jenis Ekstasi yang disita, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 3.328 (tiga ribu tiga ratus dua puluh delapan) butir setara 986,69 (sembilan ratus delapan puluh enam koma enam puluh sembilan) gram dan sebanyak 85 (delapan puluh lima) butir setara 25,5 (dua puluh lima koma lima) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

Baca Juga :  ASRENA DANLANTAMAL IV BERI PENGARAHAN KEPADA SEGENAP PRAJURIT DAN PNS LANTAMAL IV

Kemudian, untuk barang bukti Narkotika jenis Ganja yang di disita, sebanyak 3,75 (tiga koma tujuh puluh lima) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

“Atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup,” ungkapnya.

“Masing-masing tersangka dijanjikan upah sebesar Rp.5.000.000. Pemilik barang adalah B (DPO) yang berada di Tanjungpinang. Tersangka berperan sebagai kurir baru sekali melakukan pengiriman Barang tersebut akan dikirm ke Tanjungpinang,” bebernya.

“Dari hasil pengungkapan ini telah menyelamatkan 5.015 jiwa bangsa Indonesia dari bahaya Narkoba. Dari hasil pemeriksaan urine diketahui bahwa tersangka N positif metamphetamine,” ungkap Kepala BNNP Kepri.

“Pada Pada hari Selasa tgl 11 Agustus 2020, sekira pukul 14.45 WIB, di tepi Pantai Taman Marina Waterfront City Sei Temiang, Kecamatan Sekupang, Kota Batam ,Provinsi Kepri. Petugas BNN Provinsi Kepulauan Riau mengamankan seorang laki-laki berinisial D (26 Thn) WNI yang berprofesi sebagai pedagang rujak yang beralamat di Kavling Seroja, Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam,” sambungnya.

“Tertangkap tangan memiliki, menguasai, menjadi perantara jual beli Narkotika golongan I jenis Sabu sebanyak 3 (tiga) bungkus teh Cina merek Guanyinwang yang didalamnya terdapat plastik bening berisi kristal diduga Narkotika golongan I jenis Sabu dan 1 (satu) bungkus teh Cina merek Tea Culture yang didalamnya terdapat plastik bening berisi kristal diduga Narkotika Golongan I jenis Sabu dengan berat total 4.097 (empat ribu sembilan puluh tujuh) gram,” jelas Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Richard M Nainggolan.

Kemudian, menurut keterangan saudara D, diketahui bahwa Sabu tersebut adalah milik saudara B(DPO) yang berada di sekitaran Nagoya Kota Batam. Besaran upah yang dijanjikan saudara D yaitu sebesar Rp. 15.000.000 (lima belas juta) rupiah / bungkus.

“Dengan keterangan tersebut diatas, maka tersangka beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor BNNP Kepri guna dilakukan proses penyidikan,” imbuhnya.

Setelah itu, dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 3.961 (tiga ribu sembilan ratus enam puluh satu) gram dan sebanyak 136 (seratus tiga puluh enam) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

“Atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan pasal pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup,” imbuhnya.

“Tersangka dijanjikan upah sebesar Rp. 15.000.000 / bungkus. Pemilik barang adalah B (DPO) yang berada di Batam Tersangka berperan sebagai kurir dan telah melakukan 2 kali pengiriman,” ujarnya.

Baca Juga :  EMPAT JABATAN KOMANDAN KRI SATKAT KOARMADA I DISERAHTERIMAKAN

“Dari hasil pengungkapan ini telah menyelamatkan 20.485 jiwa bangsa Indonesia dari bahaya Narkoba. Dari hasil pemeriksaan urine diketahui bahwa tersangka D negatif metamphetamine,” terangnya.

“Pada hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2020, sekira pukul 13.30 WIB, Petugas Bea & Cukai  beserta Avsec Bandara Internasional Hang Nadim Batam mengamankan 2 (dua) orang calon penumpang pesawat Citilink tujuan Surabaya karena diduga melakukan tindak pidana Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkotika jenis Sabu yang terjadi di Bandara Internasional Hang Nadim Kota Batam karena sewaktu melewati pemeriksaan x-ray petugas Bea & Cukai ada mendapati 14 (empat belas) buah plastik bening berisi kristal yg diduga Narkotika golongan 1 jenis Sabu seberat brutto 1.383 (seribu tiga ratus delapan puluh tiga) gram yang disembunyikan oleh tersangka berinisial M (24 Thn) WNI berprofesi sebagai pemandu lagu/PR (Public Relation) yang beralamat di kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam,” ungkapnya.

Lanjutnya, barang bukti ditemukan di dalam baju tersangka M yang dililitkan diperut dan di dalam sepatu yang di pakainya, dan 15 (lima belas) buah plastik bening berisi kristal yang diduga Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 1.695 (seribu enam ratus sembilan puluh lima) gram yg disembunyikan oleh tersangka berinisial R (40 Thn) WNI berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementrian Perhubungan Udara di Bali yang beralamat di Duku Zamrud, Blok Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi Prov. Jawa Barat. Barang bukti ditemukan di dalam baju tersangka R yang dililitkan di pinggang, di bagian betis dan di dalam sepatu yang di pakainya.

“Berdasarkan hasil introgasi didapatkan informasi bahwa tersangka R, dianya berangkat dari Bali berdasarkan suruhan dari saudara K (DPO) menuju ke Pekanbaru untuk mengambil Sabu. Setelah tiba di Pekanbaru, tersangka diarahkan oleh saudara K untuk mengambil Sabu di belakang sebuah Mall di Pekanbaru. Selanjutnya saudara K menyuruh tersangka membawa Sabu tersebut ke Surabaya (transit/via Batam) untuk diserahkan kepada seseorang dengan cara diletakkan di parkiran Bandara Juanda Surabaya,” jelasnya.

“Tersangka R telah mendapatkan upah sebesar Rp 40.000.000 (empat puluh juta ) rupiah dari saudara K atas pekerjaan mengambil Sabu tersebut sedangkan tersangka M dijanjikan upah oleh R sebesar Rp. 25.000.000 (dua puluh lima juta) rupiah, baru dibayarkan sebesar Rp.15.000.000 (lima belas juta) rupiah,” ungkapnya.

Selanjutnya, sekira pukul 16.30 WIB, para tersangka dan barang bukti diserah terima oleh petugas Bea & Cukai kepada petugas Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Kepri guna penyidikan, dan pengembangan kasus lebih lanjut,” pungkas Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Richard M Nainggolan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BNNP Kepri, Kabid Pemberantasan BNNP Kepri, Kejaksaan Tinggi Kepri, Dir Narkoba Polda Kepri, Kejaksaan Negeri Batam, Bea Cukai Batam, Pengadilan Negeri Batam, Direktur BUBU Batam dan Ditpam BP Batam.

(Toni)

ALREINAMEDIA TV

  • Whatsapp

Related posts