Berita  

Dua Balita Meninggal Dunia, Diduga Tenggelam

Dua jenazah balita ketika berada di pukesmas Sungai Tohor, sabtu sore, (27/11/2022) foto: WAG.

MERANTI – Dua balita dikabupaten kepulauan meranti diduga meninggal dunia akibat lemas karna tenggelam pada saat air pasang, adapun dua balita yang meninggal dunia tersebut merupakan warga Desa Sendanu darul ihsan Dusun Parit Beringin kecamatan TebingTinggi Timur kabupaten kepulauan meranti, sabtu (26/11/2022).

Diketahui dua balita tersebut bernama April Humairah dan Rizki yang berusia masing masing empat tahun, imformasi yang kita dapat dua balita yang meninggal dunia tersebut bermain tanpa pengawasan orang tuanya, Saat orang tua balita sadar bahwa anaknya tidak ada dirumah, upaya pencarian pun dilakukan, setelah berselang selama lebih kurang tiga puluh menit dua balita tersebut ditemukan dalam parit depan rumahnya dengan keadaan tubuh mengambang dan saat itu air pasang dalam.

Melihat kedua anaknya sudah tidak ada hayatnya dan dibantu warga dua balita tersebut langsung dilarikan ke pukesmas.

“Benar, ada dua balita yang meninggal dunia akibat diduga lemas saat jatuh ke parit ketika air pasang dan dua balita tersebut bernama April Humairah dan Rizki merupakan warga Sendanu Darul Ihsan dusun parit beringin,” ungkap Norman selaku Camat Tebingtinggi timur.

Baca Juga :  Lantamal IV Peringati Maulid Nabi Muhammad SawTahun1439 H Tahun 2017

Informasi yang kita dapat dua balita tersebut ditemukan oleh orang tuanya sekitar pukul 12:00 sabtu siang dengan kondisi sudah tidak bernyawa, lalu warga langsung membawa korban ke Pukesmas untuk mendapatkan pertolongan dan jenazahnya sudah dibawa pulang kerumah dan akan dikebumikan pagi ini.

“Informasi yang kita dapat dua balita ini ditemukan oleh neneknya dalam parit dengan keadaan tubuhnya sudah menimbul,” terang Norman lagi.

Pemerintah kecamatan menghimbau kepada masyarakat kecamatan TebingTinggi Timur hendaknya tetap waspada dan berhati hati, apa lagi saat inu musim pasang besar,jadi kita berharap kepada masyarakat jangan lalai menjaga anak anak pada saat air pasang besar

Sementara itu Kepala Puskesmas Sungai Tohor, Susi Suherma yang dikonfirmasi Alrenamedia.com atas peristiwa tersebut mengatakan bahwa nyawa kedua Balita tersebut tidak terselamatkan, kedua bayi tersebut saat sampai di Pukesmas sudah tidak ada hayatnya, namun petugas dari pukesmas tetap melakukan tindakan Resusitasi jantung untuk mengeluarkan air dalam tubuh.

Baca Juga :  Safari Sholat Subuh Danramil 03/Serengan di sambut Hangat Takmir Masjid Jami Muslimin.

Lanjut susi lagi, kita belom mendapatkan penjelasan secara detail bagaimana kronologisnya karna pada saat korban dibawa ke Pukesmas semua warga yang berdatangan menangis dan lagi pun dua korban tersebut saat dilarikan ke Pukesmas yang membawanya adalah warga.

Lanjut Susi lagi diduga kedua balita tersebut meninggal dunia diduga karna lemas sehingga banyak air yang masuk dalam tubuh,dan dibuktikan dengan banyak bisa yang keluar dari hidung dan mulutnya

“diduga dua balita tersebut meninggal dunia diduga karna lemas sehingga banyak air masuk dalam hidungnya,” tutup susi.

ALREINAMEDIA TV

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan oleh advertiser. Wartawan Alreinamedia.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.