Batam  

Dua Proyek BP Batam Jadi Temuan BPK RI, Biro Humas Promosi dan Protokol Bungkam

Kantor Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam), foto: Alreinamedia.com

BATAM – Dari Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Keuangan Republik Indonesia (LHP BPK RI) terhadap BP Batam tahun 2021. Dalam pemeriksaan dokumen pertanggungjawaban realisasi belanja pemeliharaan serta pemeriksaan fisik, diketahui terdapat dua paket pekerjaan pemeliharaan yang mengalami keterlambatan penyelesaian, namun belum dikenakan denda senilai Rp9.404.369.192.97, dengan perincian sebagai berikut.

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Keuangan Republik Indonesia (LHP BPK RI) disebutkan Pekerjaan pemeliharaan drainase Airstrip Bandara Hang Nadim, oleh PT PN, dengan 50 hari keterlambatan, dikenakan denda Sebesar 68.313.697.97, dan Pekerjaan pengembangan Pavement Runway Service Performance, oleh kontraktor PT. WK (Persero), dengan jumlah 85 hari keterlambatan, dikenakan denda 9.336.055.495,00. Dari dua pekerjaan dengan nilai denda keterlambatan sejumlah Rp9.404.369.192,97.

BPK RI menjelaskan kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa pada pemerintah, sebagaimana telah diubah dengan Perpres Nomor 12 Tahun 2021.

Baca Juga :  Panglima TNI Akan Terima Gelar Adat Riau

“Kondisi tersebut mengakibatkan kelebihan pembayaran belanja pemeliharaan atas kekurangan volume pekerjaan senilai Rp2.884.625.956,84, dan kekurangan penerimaan dari denda keterlambatan senilai Rp9.404.369.192,97,” tulis BPK RI dalam LHP.

BPK RI menjelaskan kondisi tersebut disebabkan oleh tidak optimalnya PPK dalam melaksakan Pengawasan dan pengendalian atas penyelesaian pekerjaan oleh penyedia barang dan jasa belum sepenuhnya melaksanakan pekerjaan sesuai perjanjian.

Akibat permasalahan tersebut, BP Batam melalui PPK menyatakan sependapat dengan temuan yang diungkapkan BPK dan akan menyetorkan kelebihan pembayaran tersebut.

Dari kelebihan pembayaran kepada masing-masing penyedia barang/jasa senilai Rp2.884.625.956,84 telah dilakukan penyetoran ke Kas BP Batam senilai Rp582.007.263,10 pada tanggal 28 Maret 2022, 8 April 2022 dan 27 April 2022. Serta ke Kas Negara senilai Rp1.247.286.084.00 masing-masing tanggal 5 dan 7 April 2022. Namun, Sisa kelebihan pembayaran yang belum disetor senilai Rp1.055.332.609.74.

Baca Juga :  3 Asosiasi, IWMA, WHEA, IWSPA Mengadakan Advokasi Secara Virtual Bahas Produk Herbal

Atas denda dua paket pengerjaan keterlambatan sejumlah Rp9.404.369.192,97 telah dilakukan penyetoran ke Kas Negara senilai Rp9.336.055.4950 dengan NTPN 2A9F73CIF1GO9C IB tanggal 5 April 2022. Namun, sisa denda keterlambatan yang belum diterima senilai Rp68.313.697,97.

Saat dikonfirmasi terkait sisa denda yang belum di terima Rp68.313.697,97. Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait belum bisa menjawab, dengan alasan masih bawa dubes. Hingga berita ini dipublikasi, Aariastuty belum juga memberikan tanggapan.

“Saya lagi bawa dubes, nanti saya jawab,” balasnya singkat, kepada media ini, Selasa (22/11/2022). (Red)

ALREINAMEDIA TV

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan oleh advertiser. Wartawan Alreinamedia.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.