Hebat, LHP BPK RI Terhadap BP Batam di Anggap Tidak Valid

Kantor Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam), foto: Alreinamedia.com

Alreinamedia.com-Batam, Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Keuangan Republik Indonesia (LHP BPK RI) terhadap BP Batam tahun 2021.

 

Dalam pemeriksaan dokumen pertanggungjawaban realisasi belanja pemeliharaan serta pemeriksaan fisik, diketahui terdapat dua paket pekerjaan pemeliharaan yang mengalami keterlambatan penyelesaian, namun belum dikenakan denda senilai Rp9.404.369.192.97

Kondisi tersebut mengakibatkan kelebihan pembayaran belanja pemeliharaan atas kekurangan volume pekerjaan senilai Rp2.884.625.956,84, dan kekurangan penerimaan dari denda keterlambatan senilai Rp9.404.369.192,97,” tulis BPK RI dalam LHP.

Dari kelebihan pembayaran kepada masing-masing penyedia barang/jasa senilai Rp2.884.625.956,84 telah dilakukan penyetoran ke Kas BP Batam senilai Rp582.007.263,10 pada tanggal 28 Maret 2022, 8 April 2022 dan 27 April 2022. Serta ke Kas Negara senilai Rp1.247.286.084.00 masing-masing tanggal 5 dan 7 April 2022. Namun, Sisa kelebihan pembayaran yang belum disetor senilai Rp1.055.332.609.74.

Anehnya saat awak media ini mengkonfirmasi terkait sisa kelebihan pembayaran yang belum di setor senilai Rp.1.055.332.609.75

Sanjani selaku staf perwakilan Humas BP Batam memberikan klarifikasinya melalui sambungan wa jumat (25/11/22) Siaran Pers
Badan Pengusahaan Batam
Nomor: 170/SP-A1.5/11/2022 terkait kelebihan pembayaran dari pekerjaan proyek Pengembangan Pavement Runway Service Performance yang dilaksanakan oleh BP Batam, maka Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait menyampaikan bahwa informasi tersebut adalah informasi hoax atau tidak benar.

“Kami perlu luruskan bahwa informasi yang beredar itu salah. Potret table yang digambarkan dalam sebuah berita yang seolah menggambarkan bahwa temuan BPK sejumlah 1 Milliar itu tidak valid. Yang benar itu seratus Sembilan Belas Juta, bukan 1 M.” Kata Tuty.

Baca Juga :  Pemerintah Ingin Majukan Papua Melalui Pendidikan

Bersama Tuty, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 5127) Boy Zasmita menyampaikan bahwa Pengembangan Pavement Runway di Bandara Hang Nadim, telah selesai dilaksanakan sesuai kontrak BP Batam dengan kontraktor Waskita Karya.

“Probity audit dari BPK yang benar adalah 119 juta (seratus sembilan belas juta rupiah). Dan dari hasil audit tersebut, pihak kontraktor telah bertanggung jawab menyelesaikannya dengan melakukan pembayaran secara langsung kepada negara dalam hal ini Kementerian Keuangan (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Sehingga angka 1 M itu sungguh tidak benar. Semua bukti transfer kontraktor kepada rekening negara (Kemenkeu) dan hasil audit BPK, kami siap publikasikan jika diperlukan.” Kata Boy.

Lebih lanjut ,Boy menerangkan dengan rinci dalam pelaksanaannya, proyek harus dilaksanakan addendum dengan pertimbangan sebagai berikut :
a. Pekerjaan di bandara harus dioperasikan di malam hari, agar tidak menganggu kegiatan kebandarudaraan pada siang hari. Tim bekerja full di runway panjangnya 4.025 m. Sehingga tidak boleh mengganguu waktu take off dan landing.

b. Kemudian, dalam pelaksanannya setelah selesai, dilaksanakan pemeriksaan oleh BPK RI terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

Baca Juga :  ''BKKBN Kepri'' Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja

“Hasil audit BPK sendiri sebesar Rp. 119.060.317. Pihak kontraktor telah mengembalikan uangnya kepada negara melalui rekening Kementerian Keuangan atau sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak.” Lanjut Boy merinci dengan bukti transfer.

Pria berkacamata ini juga menambahkan, bahwa pada setiap proses keterlambatan penyelesaian pekerjaan dan perbandingan hasil pada final quantity yang dilakukan oleh kontraktor, sesuai dengan aturan yang berlaku juga dikenakan sanksi denda, yang harus dibayarkan pihak kontraktor kepada Negara dalam hal ini Kementerian Keuangan.

“Mereka ini semua sudah bayar secara langsung kepada kemenkeu, dibayarkan kepada PNBP kementerian Keuangan sehingga tidak ada kerugian negara. Sebaliknya negara mendapatkan penambahan PNBP.” Ungkap Boy Zasmita.

Selanjutnya Boy juga menegaskan bahwa Pekerjaan sudah selesai sesuai kontrak dan semua pelaksanaan pekerjaan bandara dikontrol dan diasistensi oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Bandar Udara, Panel Ahli Kementerian Perhubungan, Tim Pengamanan Proyek Strategis Nasional dari Kajati Kepri dan Ahli Kontrak dari LKPP.

“Kami dikontrol dan diasistensi dengan baik oleh seluruh Instansi/Lembaga terkait. Sehingga semua prosedur peraturan yang berlaku, diterapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.” Pungkas Boy Zasmita.

Lantas dengan jawaban yang telah dibeberkan oleh Pihak BP Batam, Mungkinkah LHP BPK RI terkait temuanya di BP Batam tidak benar? Tunggu berita selanjutnya (Red)

ALREINAMEDIA TV

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan oleh advertiser. Wartawan Alreinamedia.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.