Jalan Panjang Akar Bajakah untuk Bisa Jadi Obat Kanker Payudara

  • Whatsapp

Alreinamedia.com, Jakarta – Viral herba tradisional suku Dayak dari tanaman Bajakah yang disebut-sebut bisa menyembuhkan kanker payudara. Bermula dari penelitian siswi SMAN 2 Palangkaraya yang menjuarai sebuah kompetisi di Korea Selatan, tanaman ini lantas bikin penasaran.

Koordinator Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Danang Ardiyanto, mengingatkan butuh proses panjang bagi sebuah obat tradisional untuk bisa diterima sebagai terapi standar.

Read More

Ia mengatakan ada beberapa tahapan uji yang terlebih dulu harus dilakukan untuk memastikan kebenaran suatu obat herbal mampu menyembuhkan suatu penyakit.

“Butuh waktu 3 sampai 20 tahun untuk klaim menyembuhkan,” kata Danang saat dihubungi detikHealth, Selasa (13/8/2019).

Proses riset memakan waktu bertahun-tahun sebab harus melewati beberapa fase penelitian yang panjang. Mulai dari uji pra klinik sampai dengan uji klinik.

Baca Juga :  12 Juni 2020 di Indonesia Positif Covid-19 Tambah 1.111 Kasus, Jatim Tetap Tertinggi

Menurut Danang, riset biasanya dimulai dengan uji pra klinik pada hewan yang terdiri dari 5 tahapan.

1. Uji eksperimental in Vitro

Tujuannya untuk membuktikan klaim sebuah obat. Ekstrak diberikan pada sebagian organ yang terisolasi, kultur sel atau mikroba. Pengamatan dilakukan pada efek yang ditimbulkan.

2. Uji eksperimental in Vivo

Pengujian dilakukan pada hewan percobaan seperti tikus, kucing, anjing, kelinci, dan mencit untuk membuktikan klaim obat.

3. Uji toksisitas akut

Tujuannya untuk mengetahui LD (Lethal Dose) 50 sebuah obat. Semakin tinggi LD 50, maka obat semakin aman.

4. Uji toksisitas Subkronik

Setiap hari dalam 3 bulan, hewan diberi ekstrak. Tujuannya untuk mengamati kelainan akibat konsumsi obat yang diamati. Efek akumulasi obat menjadi fokus dalam tahap ini.

Baca Juga :  6 Sarapan Sederhana yang Bisa Buat Anda Awet Muda

5. Uji toksisitas khusus

Tujuannya untuk melihat keamanan obat dalam jangka panjang.

Bila obat terbukti aman dan berkhasiat pada hewan coba, maka riset bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu uji klinik pada manusia. Uji klinik pada manusia terdiri dari 4 fase.

1. Uji klinis fase 1

Untuk mengetahui efek dan farmakokinetik (proses obat sejak diminum hingga ke luar dari tubuh). Uji ini dilakukan pada relawan yang sehat untuk mengetahui keamanannya.

2. Uji klinis fase 2

Obat diberikan bagi orang sakit untuk membuktikan khasiatnya.

3. Uji klinis fase 3

Jumlah sukarelawan diperbanyak dan lokasi diperluas. Jika obat teruji aman baru bisa memasuki tahap selanjutnya untuk dapat izin edar dan dipasarkan.

4. Post, Marketing, Surveillance

Fase ini untuk memastikan obat yang beredar di masyarakat tidak ada bahayanya dan memiliki harga yang baik. (mb/detik)

ALREINAMEDIA TV

  • Whatsapp

Related posts