Jelang Ramadan, Ketua Komisi II DPRD Babel Minta Distributor Tidak Naikkan Harga Sembako

  • Share

PANGKALPINANG,  – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Adet Mastur meminta kepada agen atau para distributor untuk tidak menaikkan harga sembako menjelang Ramadan sampai Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

“Jadi jangan sampai menjelang bulan Ramadan, apalagi Covid-19 menjadi alasan mereka untuk menaikan harga sembilan bahan pokok (sembako-red),” kata Adet kepada wartawan di Gedung DPRD Babel, Rabu (7/4).

Adet mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Babel untuk membahas kesiapan stok bahan pokok ini.

“Nantinya kami akan melakukan rapat bersama disperindag provinsi mengenai kesiapan pemerintah terhadap sembilan bahan pokok ini, apakah mencukupi atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga :  Walikota Molen Rela Serahkan Seluruh Gajinya untuk Penanganan Covid-19

“Tetapi berdasarkan hasil rapat kami dengan Bulog beberapa bulan lalu, kesediaan beras, minyak goreng, gula untuk saat sekarang ini masih cukup untuk kebutuhan masyarakat Babel,” sambungnya.

Menurut Politikus PDI Perjuangan ini, saat ini hal yang perlu ditekankan yakni mengenai masalah harga sembako itu sendiri, pasalnya menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri harga sembako biasanya melonjak naik.

“Kami dari Komisi II terus memantau perkembangan harga di pasaran-pasaran yang ada di Provinsi Babel, yang jelas kepada para pengecer ataupun penyalur sembako harus taat dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” terangnya.

“Apabila misalnya ada temuan-temuan dari kami terhadap para pengecer ataupun penyalur ini, kami akan menginstruksikan kepada instansi terkait untuk melakukan tindakan-tindakan terhadap mereka yang menyalahi aturan tersebut, minimal dari dinas terkait akan menarik kembali izin-izin yang ada di mereka,” ujarnya.

  • Share

Komentar