Lanal Batam Lakukan Mediasi Pasca Rusaknya Keramba Apung Milik Nelayan

  • Whatsapp

Alreinamedia. Batam — Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir TNI AL di dukung oleh stakeholder terkait menginisiasi dengan mengadakan kegiatan penyuluhan dan penanaman rumput Laut di daerah jembatan 5 Barelang.

Read More

Dalam kegiatan tersebut, selain melakukan penyuluhan, TNI AL juga sekaligus meresmikan pabrik pengolahan rumput laut sebagai tindak lanjut penanaman rumput laut tersebut.

Salah satu rangkaian kegiatan tersebut adalah dengan meninjau lokasi penanaman rumput laut dg menggunakan sarana Oceana 19.

Baca Juga :  Lomba Foto Dan Vlog Hari Bhayangkara Ke 73

Menanggapi pemberitaan keluhan terkait kerusakan kerambah apung milik nelayan (kertang) yang di beritakan akibat hempasan ombak kapal Oceana 19, hal tersebut di bantah oleh pihak Oceana 19.

Namun demikian menyikapi hal ini TNI AL dalam hal ini Lanal Batam melalui Pasintel Mayor Laut (E) Irawan menjelaskan, bahwa telah dilakukan upaya kekeluargaan dengan cara memediasi pihak oceana dengan nelayan kerambah.

” Kami sudah mempertemukan pihak nelayan, (pemilik kerambah ) dan pihak KM Oceana, namun menemui jalan buntu dikarenakan permintaan ganti rugi nelayan tidak sesuai dengan kondisi dilapangan yang sebenarnya, ” kata Irawan.

Disinggung mengenai ganti rugi ikan dan lain lain, yang bernilai cukup besar, Pasintel Lanal Batam tersebut mengatakan bahwa hal tersebut hanya pengakuan dari korban, namun tidak dapat dibuktikan.

Baca Juga :  Kapal Milik Bakamla Yang Diberitakan Hampir Tenggelam Dan Rugikan Negara Ini Penjelasanya

“Dikarenakan permintaan ganti rugi yang besar, ditambah dengan tidak dapatnya nelayan tersebut menunjukkan bukti- bukti dan jumlah kerugian ikan tersebut sehingga permintaan tidak dapat di penuhi oleh pihak Oceana, namun meskipun demikian, pihak dari Oceana 19 beritikad baik untuk memperbaiki kerambah tersebut.

Hanya saja pada saat akan dilaksanakan perbaikan kerambah, tong yang merupakan salah satu bagian utama dari kerambah apung telah di jual oleh pemilik kerambah tanpa alasan yang jelas sehingga sampai saat ini perbaikan masih belum dilaksanakan, “pungkasnya. (Ramadan)

ALREINAMEDIA TV

Related posts