Minta Rp.3,5 M, KPK Tetapkan Anggota DPR Nyoman Dhamantra Tersangka

  • Whatsapp

Alreinamedia.com, Jakarta – KPK menetapkan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Dhamantra (INY) sebagai tersangka kasus dugaan suap impor bawang putih. Selain Nyoman Dhamantra, KPK juga menetapkan 5 orang lainnya.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan 6 orang sebagai tersangka,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Kamis (8/8/2019).

Read More

Tersangka lainnya yakni Chandry Suanda (CSU) alias Afung, Doddy Wahyudi (DDW), Zulfikar (ZFK). Ketiganya merupakan tersangka pemberi duit suap.

Sedangkan dua orang tersangka lainnya yakni Mirawati Basri (MBS) orang kepercayaan Nyoman Dhamantra dan Elviyanto (ELV) ditetapkan sebagai tersangka penerima suap bersama Nyoman.

Chandry alias Afung pemilik PT Cahaya Sakti Agro dan Doddy bekerja sama mengurus izin impor bawang putih tahun 2019. Doddy menawarkan bantuan dan menyampaikan jalur lain untuk mengurus rekomendasi impor produk hortikultura (PIH) dari kementerian Pertanian dan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan.

Upaya pengurusan ini kemudian sampai ke Nyoman Dhamantra. Nyoman meminta fee yakni 1.700-Rp 1.800 kg bawang putih yang diimpor. KPK menyebut fee pengurusan impor bawang putih yang sudah ditransfer yakni Rp 2 miliar.

“Diduga uang Rp 2 miliar yang ditransfer melalui rekening adalah uang untuk ‘mengunci kuota impor yang diurus,” kata Agus.

Baca Juga :  Konflik Sengketa Lahan Saniangbaka Berakhir, YKPAN Beri Penghargaan Kepada Polres Solok Kota

Pasal yang disangkakan kepada pihak diduga pemberi yakni Chandry Suanda, Doddy Wahyud dan Zulfikar yakni Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP

Sedangkan Nyoman Dhamantra, Mirawati dan Elviyanto dikenakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Nyoman Dhamantra Minta Rp 3,6 M

Tersangka kasus dugaan suap impor bawang putih I Nyoman Dhamantra (INY) diduga meminta fee Rp 3,6 miliar melalui Mirawati Basri (MBS) untuk mengurus kuota impor bawang. Adapun komitmen fee yang didapat Nyoman dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor.

“Dari pertemuan-pertemuan tersebut muncul permintaan fee dari INY melalui MBS. Angka yang disepakati pada awalnya adalah Rp 3,6 miliar dan komitmen fee Rp 1.700 -Rp 1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Kamis (8/8/2019).

Agus mengatakan komitmen fee tersebut digunakan untuk mengurus perizinan kuota impor 20.000 ton bawan putih untuk beberapa perusahaan, termasuk perusahaan yang dimiliki oleh Chandry Suanda (CSU) alias Afung. Namun lantaran perusahaan Chandry tak memiliki uang untuk membayar komitmen fee tersebut, Chandry minta bantuan Zulfikar (ZFK) agar dipinjamkan uang.

“Komitmen fee tersebut akan digunakan untuk mengurus perizinan kuota impor 20.000 ton bawang putih untuk beberapa perusahaan termasuk perusahaan yang dimiliki oleh CSU alias Afung,” kata Agus.

Baca Juga :  Polisi Periksa 13 Orang Soal Bendera Diduga HTI di DPRD Poso

“Dikarenakan perusahaan-perusahaan yang membeli kuota dari CSU belum memberikan pembayaran, CSU tidak memiliki uang untuk membayar komitmen fee tersebut dan kemudian CSU meminta bantuan ZFK memberi pinjaman. ZFK diduga akan mendapatkan bunga dari pinjaman yang diberikan, yaitu Rp 100 juta per bulan dan nanti jika impor terealisasi, ZFK akan mendapatkan bagian Rp 50 untuk setiap kilogram bawang putih tersebut,” imbuhnya.

Dari pinjaman Rp 3,6 miliar tersebut, Agus menyebut baru terealisasikan Rp 2,1 miliar. pembayaran itu dilakukan melalui Doddy Wahyudi (DDW).

“Dari pinjaman Rp3,6 Milyar tersebut, telah direalisasi sebesar Rp 2,1 Milyar. Setelah menyepakati metode penyerahan, pada tanggal 7 Agustus 2019 sekitar pukul 14.00 WIB ZFK mentransfer Rp 2,1 Miliar ke DDW, kemudian DDW mentransfer Rp 2 miliar ke rekening kasir money changer milik INY. Rp 2 miliar tersebut direncanakan untuk digunakan mengurus SPI. Sedangkan Rp 100 juta masih berada di rekening DDW yang akan digunakan untuk operasional pengurusan izin. Saat ini semua rekening dalam kondisi diblokir oleh KPK,” terang Agus.

Total ada enam tersangka yang ditetapkan KPK, yaitu:

Tersangka pemberi:

  • CSU alias Afung (Chandry Suanda) swasta
  • DDW (Doddy Wahyudi) swasta
  • ZFK (Zulfikar) swasta

Tersangka penerima:

  • INY (I Nyoman Dhamantra) Anggota DPR 2014-2019
  • MBS (Mirawati Basri) orang kepercayaan INY
  • ELV (Elviyanto) swasta. (mb/detik)

ALREINAMEDIA TV

  • Whatsapp

Related posts