Siti Rahma Iribaram: Bantuan Tangan Kasih Provinsi Papua Barat Kepada 3784 Orang Dampak Covid-19

  • Whatsapp
Kadis Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, Siti Rahma Iribaram, SE, M.Si (Foto: Imran Alwi)

ALREINAMEDIA.COM, KAIMANA –  Kementrian Tenaga Kerja melalui Pemerintah Provinsi Papua Barat telah memberikan bantuan tangan kasih kepada 3784 pekerja atau karyawan yang terkena dampak Covid-19.

Hal ini dijelaskan oleh Kadis Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSP-TK) Kabupaten Kaimana, Siti Rahma Iribaram, SE, M.Si ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (16/09/2020), dia mengatakan, kegiatan yang sekarang kami lakukan adalah kegiatan provinsi, yaitu bantuan tangan kasih dari provinsi.

Read More

“Bantuan yang hari ini sedang kami lakukan adalah bantuan tangan kasih Provinsi Papua Barat, awal munculnya kegiatan ini dari kementrian tenaga kerja yang telah memberikan kartu pra kerja kepada karyawan yang terkena dampak covid, jadi dana ini ada yang diberikan kepada informal dan formal. Jadi yang formal itu seperti karyawan yang di PHK, dirumahkan dan yang informal itu seperti pegawai buruh lepas, seperti TKBM yang kemungkinan kapal tidak masuk, tukang ojek, tukang becak, warung-warung makan, dan pedagang kaki lima serta pegawai hotel,” ujar Siti Rahma Iribaram.

Terkait penerima bantuan ini, Rahma menambahkan, bantuan ini juga tidak diberikan kepada pegawai negri sipil, karena bantuan ini diberikan atau yang masuk disini adalah pekerja harian, buruh lepas selain ASN.

“Bantuan ini hanya kami berikan kepada para pekerja atau karyawan yang terkena dampak Covid-19 serta para pekerja lepas atau harian, tetapi kalau suaminya ASN dan istrinya itu bekerja sebagai ibu rumah tangga yang punya usaha, ya tentunya istrinya saja yang dapat bantuan ini. Misalkan ibunya penjual sayur dipasar atau punya jualan kecil-kecilan yang kena dampak covid, dia berhak masuk menerima bantuan ini. Ketika pada saat kami pendataan, dia kasih KTP kita tetap isi datanya, soalnya pada awal kami melakukan pendataan itu kita tidak bilang ada uang, jadi kita hanya mendata untuk kartu pra kerja,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bersyukur Bagi yang Punya Ibu. Ini Pesan Kapolda Kepri di Hari Ibu ke 91

Disinggung ketika team turun lapangan melakukan pendaatan, apakah dibuktikan dengan foto juga, karena bisa saja ada yang datang mengatakan mereka punya usaha, nah Untuk membuktikan agar saluran dana ini tidak salah. Iribaram katakan, ini adalah inisiatif dari kami di bidang tenaga kerja, pada saat kartu pra kerja ini diluncurkan oleh kementrian, pada saat itu kita semua dirumahkan untuk bekerja dari rumah, jadi teman-teman dari tenaga kerja itu melakukan pendataan semampu yang mereka bisa.

“Ketika teman-teman dari dinas tenaga kerja ada yang jalan ke pasar misalnya, jadi ibu-ibu yang ada dipasar ini diambil KTPnya, terus ketika naik ojek, ojek itu kami tanya pangkalannya dimana, kami minta KTP teman-temannya, tukang becak juga dan alhamdullah kita mampu mengumpulkan sekitar lima ribuan. Tapi pada saat kita Verifikasi itu ada yang sudah menerima bantuan dari dinas sosial melalui kantor pos atau melalui Bank BRI, jadi nama-nama ini gugur, jadi secara langsung nama yang sudah dapat bantuan dari tempat lain tidak dapat bantuan ini lagi,” tegasnya.

Perlu diketahui, kecil kemungkinan dana ini diperuntukkan untuk pekerja atau warung-warung makan, jadi kemungkinan untuk ibu rumah tangga yang biasanya untuk bantuan sosial, bukan di sini tempatnya, kami disini untuk tenaga kerja lepas.

“Dana ini yang diturunkan oleh Provinsi ± 6 Milyar lebih, hampir 7 Milyar yang diperuntukkan untuk 3784 orang yang masing-masing satu orang menerima 1.800.000. Ini merupakan tahapan awal atau pertama, karena waktu itu kita hanya dikasih tau ini ada bantuan tangan kasih untuk tiga bulan, jadi perbulan dia menerima Rp.600.000 rupiah, jadi kemarin ketika gubernur datang gubernur bilang ada tahap kedua, jadi kami bersyukur kalau ternyata ada tahap kedua juga,” ujar Rahma.

Baca Juga :  DPD IPK Asahan Ucapkan Selamat Kepada Parlindungan Manurung PAW DPRD Kabupaten Asahan

Dia menambahkan, kita disini hanya di fasilitasi untuk membawa surat pengantar, mau dia ada dalam SK, jadi pada saat kita pendataan kita ajukan itu, sebenarnya ini di Kementrian Tenaga Kerja tetapi pada saat kartu prakerja itu kita tau hasilnya seperti apa, karena waktu itu setiap orang mereka mendapat 3.400.000, itu nanti dia dapat subsidi 600 untuk uang dirumah dan uang sisanya itu untuk dia ikut pelatihan peningkatan ketrampilan secara online, tapi setelah itu tidak ada kabar berita, sehingga team kami dari bidang tenaga kerja berkonsultadi dengan provinsi karena data tersebut kita kumpulkan ke provinsi.

“Jadi bantuan ini yang diutamakan itu yang Formal, yaitu karyawan yang di PHK, karena itu berdampak langsung dari Covid-19,” terangnya.

Harapannya, setelah dari lima ribuan itu diverifikasi semua, yang kita dapat itu 3784 orang, jadi dana yang diberikan ini juga kita berikan sesuai dari kemampuan Bank.

“Jadi Mandiri itu dia setiap hari bisa menerima 100 orang, BRI itu juga menerima 100 orang yang dibagi dua Bank yaitu Bank BRI kota dan BRI Krooy dan BNI itu hanya mampu menerima 50 orang perhari, jadi dari tiga ribuan ini kita kasih waktu sepuluh hari untuk pembagian dana ini. Memang jangka waktunya sampai bulan November, tapi mudah-mudahan tidak di publikkasikan sampai bulan november, itu harapan kami karena kita juga harus melaporkan ke provinsi dan provinsi juga melanjutkan ke KPK dan BPK sehingga kita lebih cepat memberikan bantuan ini selesai sehingga dapat menerima laporannya,” harapnya. (ALWI)

ALREINAMEDIA TV

Related posts