Terpuruknya Natuna Kelembah Kesejahteraan

Kantor Bupati Natuna

Dampak wabah covid 19, ternyata telah mengguncang Perekonomian Global. Baik di Pusat hingga ke daerah. Natuna tentunya yang merupakan wilayah kedaluatan Republik Indonesia, yang berbatasan dengan beberapa Negara Tetangga, yang terkenal akan kayanya sumber daya Alam, ternyata juga tidak bisa membendung terpuruknya ekonomi pemerintah pusat pada saat ini, dikarenkan Minimnya Pendapatan Daerah yang dimilikinya yang masih tergantung pada kondisi dan potensi ekonomi daerah.

Dari Segi ketenagakerjaan Kabupaten Natuna pada tahun 2021 memiliki jumlah angktan kerja sebesar 42.535 jiwa sedangkan yang bukan merupakan angkatan kerja (Sekolah, mengurus rumah tangga, dan lainnya) sebesar 16.292 jiwa dengan tingkat pengangguran terbuka yaitu sebesar 5,15 persen

Belum lagi dana tunda salur, yang hingga kini menjadi penantian panjang bagi Natuna, yang hingga kini belum di trnsfer oleh Pemerintah Pusat ke Natuna, menjadi momok kehancuran Kabupaten di ujung Perbatasan untuk keluar dari lembah kesejahteraan.

Meskipun kegiatan Pemulihan ekonomi Nasional (PEN) juga di laksanakan di Pemerintah Daerah pada tahun 2021 berupa kegiatan Infrakstruktur dan lainya, tetapi didalam pengelolaan PEN, masih banyak ketidak transparan karena rencana dan penggunaan dan realisasi tidak diumumkan secara patut. Sehingga di tahun 2021 masih banyak pekerjaan-pekerjaan ke pada pihak ke 3 baik dari Kegiatan PEN, tidak terbayarkan hingga sekarang.

Belum lagi dari segi nelayan Natuna, yang hingga kini terus menyuarakan ketidak adilnya Kebijakan Pemerintah Pusat, sehingga ikut merasakan kesenjangan kesejahteraanya, akan Nelayan-Nelayan luar yang masuk Ke Luat Natuna, dengan menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan juga menjadi momok bagi Pemerintah Daerah Natuna untuk menyelesaikan Persoalan tersebut.

Langkah demi langkah pun, telah di Gesa oleh Bupati Natuna Wan Siwandi bersama Wakilnya Rodial Huda, yang merupakan Putra daerah Kabupaten Natuna, untuk menggenjot Pendapatan Daerah, agar Natuna keluar dari ketergantungan Transper pusat dengan membuka seluas-luasnya Investasi dengan Mempermudah Perizinan kepada Pihak luar agar bisa masuk Ke Natuna, sehingga Pendapatan daerah samakin bertambah

Meskipun langkah tersebut, sedikit demi sedikit, sudah terlihat akan beberapa Perusahaan tambang, hingga Perusahaan Perkalengan Ikan yang sudah masuk di Natuna, cuman hingga saat ini Kesenjangan ekonomipun masih terlihat di masyarakat.

Masyarakatpun juga berharap kepada Pemerintah daerah baik Eksekutif dan Legislatif, untuk bisa memberikan terobosan baik dari PEN yang menyentuh ke masyarakat, agar Kabupaten Natuna yang kaya akan sumber daya Alamnya keluar dari lembah kemiskinan.

Penulis : Arizki Fil Bahri

ALREINAMEDIA TV

 
Exit mobile version